Razia KTP
Adanya dua bom yang masing-masing mengguncang hotel JW Marriott dan Ritz Carlton membuat polisi ekstra keras dalam menangkap dan mengungkap jaringan teroris yang selama ini menebar ancaman lewat teror pengeboman di tanah air. Kejahatan yang tak berperikemanusiaan ini rupanya menggugah rasa geram pada aparat penegak hukum. Lagi-lagi mereka kecolongan saat lengah mengantisipasi serangan teroris.
Demi menjaga harga diri agar tidak tercoreng maka aparat yang berwenang semakin menggiatkan pencarian kepada para teroris. Anggota disebar di seluruh wilayah yang diduga masih terdapat teroris yang berkeliaran dan kembali siap menebar teror. Mata-mata intelijen mengawasi siapa saja yang berhubungan dengan aktivitas teror ini.
Kerja keras polisi bersama tim anti teror Densus 88 menangkap para gembong teroris ini perlu diapresiasi sepanjang mereka giat dan tekun dalam menyelami celah dan jejak yang ditinggalkan oleh para teroris dalam pelariannya. Terbukti dalam penggrebekan yang menjadi tontonan publik kemarin, meski keberadaan Noordin M Top masih nihil adanya.
Upaya demi upaya terus dilakukan pihak keamanan, termasuk melakukan sweeping terhadap mobil boks dan giat mengadakan operasi dan razia KTP di perbatasan-perbatasan kabupaten. Selain mengantisipasi masuknya teroris dan bahan bom, operasi KTP yang dilakukan ini diharapkan mampu mencegah pula kejahatan lainnya, seperti narkoba, pencurian, razia preman dan mereka yang tak beridentitas, dan tindak kejahatan lain.
Namun, saya tidak bisa menahan tawa kecil saya saat membaca artikel di koran Kompas yang mengisahkan operasi KTP yang dilakukan di Menteng kemaren malam ternyata bisa menjaring para 'penghuni kuburan'!!! Wkwkwk....
Ternyata mereka (baca: 'penghuni kuburan') perlu punya KTP juga ya...







24 komentar:
Kirim Komentar Anda
pertamax
aminnn
1000x
maksudnya para personil band Kuburan kali mas
:D
@ Rusa Bawean™ : mungkin aja, mas Rusa!
bwahaha....
nyari teroris kok dapetnya penghuni kuburan dan PSK...
ini menyalahi SOP, nggak pake buntut... (lmao)
wah, iki koyone penghuni kuburan kembang kuning...
kwakwakwkak..........
Wah..Gawat ini kalau lupa bawa KTP, bisa-bisa disangka teroris.. he"... Semoga aja pihak kepolisian berhasil tangani teroris di Indonesia ini.
Wogh... kyknya wartawannya itu deh yg mesti dijaring, kalimatnya ga baku
ngeri ah!
Sing ngrazia kok awas temen yo...
mendukung RAZIA KTP!!!
Ternyata tidak hanya telkomsel yang bisa menembus alam kubur
wah...bahaya nih... semoga beta diambon gak kena razia...maklum dah 2 tahun lebih diambon tp blm punya ktp ambon...he..he..
Kalau operasinya dilakukan waktu malam ya wajar aja lah yang terjaring para penghuni kuburan dan pekerja malam. Itung2 buat hiburan bagi petugas yang merazia, kan asyik...
Densus 88 ternyata ditunggangi Satpol PP!!!
hoh my god... penghuni kuburan juga razia?
hahaha kasian amat penghuni kuburan ya hihihi......udah kekal jadi penghuni kuburan mah ndak perlu KTP ya hehehe kok malah kena razia KTP, lucu juga ni berita :D
Membuat Website
wah salam kenal pak anang
KTP kecil tapi Penting BAnget
kungan baliknya ditunggu ya pak.. wwww.adiecobanulis.blogspot.com
Wah aku lupa update KTPku dah mati
wah kl gitu besok2 gak boleh ketinggalan nih ktp ..
tapi masa' iya kena razia ya.. kan tampangnya tampang anak yg innocent .. hehehe narsis ya ?!
Expert Advisor
Ha...ha... ha...
Ikutan ngakak abis.
Wah, razia ktp sekarang juga ada di kuburan ya?
sepakatlah bang anang. razia KTP namun jangan sampai kelolosan dengan yang double ktp..salam kenal bang anang blogger enggal
jadi ntar kalu pingin pesan kapling kuburan harus pakai KTP juga ;)
Razia yustisi perlu dilakukan secara kontinyuitas, bukan kegiatan 'dadakan',menurut gw siy
Kirim Komentar Anda
Gunakan link dibawah ini jika form komentar tidak bisa digunakan(Klik disini untuk mengirim komentar anda)
Silahkan menuliskan komentar anda pada opsi Google/Blogger untuk anda yang memiliki akun Google/Blogger.
Silahkan pilih account yang sesuai dengan blog/website anda (LiveJournal, WordPress, TypePad, AIM).
Pada opsi OpenID silahkan masukkan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia.
Atau anda bisa memilih opsi Nama/URL, lalu tulis nama anda dan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia. Jika anda tidak punya blog/website, kolom URL boleh dikosongi.
Gunakan opsi 'Anonim' jika anda tidak ingin mempublikasikan data anda. (sangat tidak disarankan)