Tutorial Cari Uang

Thursday, December 03, 2009

Penggunaan Kalimat Larangan

HINDARI MENGGUNAKAN KATA 'JANGAN' ATAU 'TIDAK'
Lebih Baik Pakai Kalimat Ajakan


Hmm.. Sore itu di sebuah perkantoran telekomunikasi terkemuka di Indonesia saya memandangi sebuah tempelan pengumuman di sebuah kaca ruang para Direksi Marketing bekerja. Tak ada yang aneh dari apa yang saya lihat, hanya dua baris tulisan hasil print sederhana. Satu hal yang saya mengerti dari pesan tersebut adalah sebuah ajakan.

Mari Merokok! Hahaha...

Ya, ajakan itu kurang lebihnya adalah untuk merokok di ruang yang telah sediakan. Sebagaimana lazimnya gedung perkantoran yang berpendingin udara, merokok di dalam ruangan sudah barang tentu sangat haram hukumnya. Selain bisa menyebabkan polusi udara, asap yang keluar dari pembakaran tembakau linting itu bisa membuat kerusakan pada sistem pendingin udara... Hehe...

Hmm.. Kita pun tahu bahwa ajakan untuk merokok di tempat yang semestinya tidak hanya berlaku di tempat-tempat seperti itu saja karena di ruang terbuka pun seharusnya ada tempat-tempat dimana rokok akan menjadi barang yang harus dijauhi dan dimusuhi. Tempat umum terbuka yang selalu banyak orang beraktivitas harus steril dari asap beracun tersebut.

Kembali ke pengumuman yang menempel di kaca, saya mengamati sekilas kata yang dicetak besar dan terlihat mencolok berbunyi 'Tolong Merokoklah" diikuti dengan kata 'di Tempat Yang Disediakan' meski kalimat terakhir ini agak kurang jelas dibaca, hihihihi..... Sehingga malah membuat kesan ajakan untuk merokok, he. Padahal merokok itu jelas-jelas tidak menyehatkan! Titik!

Kalimat Larangan dan Kalimat Ajakan

Harus diakui bahwa penggunaan kalimat ajakan itu lebih efektif dan manjur tingkat keberhasilannya dibandingkan jika kita menggunakan kalimat larangan. Hal ini disebabkan karena kata larangan justru akan berakibat sebaliknya bagi orang yang dikenai larangan tersebut. Kalimat larangan adalah kalimat yang biasanya diawali kata 'jangan' atau 'tidak'. Sedangan kalimat ajakan adalah kalimat yang biasanya diawali oleh kata 'mohon', 'harap', dan sejenisnya.

Misalnya kalimat larangan yang berbunyi, jangan membuka situs porno. Perintah berupa larangan seperti ini malah akan menjadi semacam pemicu buat mereka yang lantaran penasaran atau sebab lainnya untuk membuka situs porno. Karena kata 'jangan' akan menyebabkan asosiasi alam bawah sadar akan mengerjakan apa yang ada di belakang kata 'jangan'. Minimal memikirkannya.

Seandainya kalimat tersebut diubah dengan kalimat ajakan akan menyebabkan hasil yang lebih efektif ketimbang kalimat larangan. Misalnya saja kalimat larangan itu diganti sehingga menjadi Mohon Membuka Situs yang Bermanfaat..... Hehehe....

Berikut ini skrinsut yang juga merupakan kalimat negatif atau kalimat larangan dalam prakteknya di kehidupan sehari-hari... "Jangan Buang Sampah Disini, Awas Angker. Sudah Banyak Kejadian Lho!". Hmm... Hihi...

Awas Angker! Haha

Kira-kira sebaiknya kalimat apa yang bisa menggantikan dua kalimat larangan tersebut di atas? Hmm...




Artikel Populer
Boleh Dicoba



 

35 komentar:

aR_eRos said...

syukurlah masih ada ruang bagi para perokok
dan lebih syukur lagi saya bukanlah perokok :d

detEksi said...

tolong merokoklah.. aneh juga sih kalimatnya kwkwkw... apalagi ikutannya.. kwkwk..

masa di kantor telekomunikasi kondang kayak gitu nang?

dedi isnaini said...

larangan tp penekanan kalimatnya seperti himbauan.....

Iwan said...

Betul mas....alam bawah sadar manusia sering meng-ignore kata larangan.

Nice info mas...heheheh...

pelangi anak said...

DI KAMPUS SAYA TEPATNYA DI FAKULTAS PENDIDIKAN, MEMBERLAKUKAN LARANGAN BAGI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN GURU UNTUK TIDAK MEMAKAI BAJU KETAT DAN CELANA JEANS. TAPI ADA YAK UNIK, MENGGELITIK DAN BAHKAN BISA DIKATAKAN LANGSUNG MENGENA TENTANG BUNYI LARANGAN PADA POSTER YANG DITEMPEL DI LINGKUNGAN KAMPUS. BUNYI TULISANNYA SEBAGAI BERIKUT "TERIMAKASIH ANDA SUDAH BERPAKAIAN RAPI DAN SOPAN". KALIMAT TERSEBUT DILENGKAPI DENGAN GAMBAR ORANG YANG BERPAKAIAN RAPI DAN SOPAN. SECARA TIDAK LANGSUNG KALIMAT INI MERUPAKAN KALIMAT AJAKAN YANG BERSIFAT POSITIF. CONTOH LAIN ADALAH SAAT KITA MELARANG ANAK UNTUK TIDAK BERLARI. AKAN LEBIH SINGKAT, PADAT, JELAS, POSITIF DAN MENGENA BILA KITA BERKATA "JALAN SAJA ATAU BERJALAN PELAN". DARIPADA KITA MENGATAKAN KALIMAT YANG LEBIH PANJANG SEPERTI "JANGAN LARI-LARI", KARENA MERUPAKAN KALIMAT LARANGAN YANG TIDAK MENGENA DAN NEGATIF. APALAGI ANAK-ANAK, SEMAKIN DILARANG AKAN TERPACU UNTUK MELAKUKAN LARANGAN TERSEBUT. DAN LEBIH BAGUS LAGI BILA KITA SERTAKAN ALASAN KENAPA BERJALAN. ATAU KALAU ANAK BERDIRI DI KURSI, KITA BISA BILANG "SILAHKAN DUDUK".

badoer said...

jangan2 yg nulis pak tifatul.. xiixii

The Consultant said...

Suatu maksud yang diafirmasikan secara positif biasanya efeknya memang lebih positif... Nice Info Bung...!!!

pakne galuh said...

tepat di atas bak sampah mestinya di tulis besar-besar

"ayo....mari...silahkan buang samaph di sini"

Ericova said...

setuju..pakai kata jangan malah banyak di langgar..pakai yang nyuruh malah g ada yang nglakuin haha orang emang aneh --"

hedi said...

pakai kata "dimohon" atau "dihimbau" aja, bukan gitu, Nang? :D

secangkir teh dan sekerat roti said...

angker mas,, awas!!!!!

jimmy said...

betul, musti pakai kata2 yang positif, sesuai ajaran the secret

leaderstreet said...

tolong merokoklah...wah kampanye merokok nih..iklan ini paling dicari2 oleh perusahaan rokok...lam kenal

sobat blog said...

nice info...mmg selayaknya kita harus merokok di tempat yg disediakan....

Just Bryan said...

Gak juga..
Terkadang kalimat larangan lebih efektif..

Silvia Florensia said...

Silahkan buang sampah disini.. hehe.. :D

zuzamah said...

lucu juga ni massss. hahaaa bisa buat aku ketawa.
habis ada foto jurangnya. ga pa2 ya mas anang.

salam kenal saja.memang harus hati2

kapan2 maen2

ichaelmago said...

kayanya kata-kata yang pantas buat menggantikan larangan itu : Ayo buang sampah disini..kalau mau digebukin seRT. hehehe.

Miftahur said...

kencinglah ditempt yg tlah disediakan, apabila tempat tdk tersedia, maka pulanglah dulu dan kencinglah sepuasnya dsana. . . hehe. . .

Edi Psw said...

Kata "Tolong Merokok" kayaknya kurang pas ya mas. Lebih enakan kalo diganti dengan "Mari Merokok".
Hehehe...

rental mobil said...

mari merokok bersama diruang rokok. :D

Toko buku online said...

ya memang harus dilarang..

novi irama ayu said...

hahahahahha.. baru tau saya. bahwa kata ajakan seperti itu bisa menimbulkan reaksi sebaliknya. great idea ! klo aja di parking area kampus saya terdapat tulisan seperti itu juga, pasti bisa membuka pikiran mahasiswa2 yang merokok bahwa merokok tidaklah baik untuk kesehatan.. semoga aja di tempat2 umum di jakarta bisa mnegikuti cara seperti ini juga

Lengkep said...

Hmm bener juga yah, sepintas saya pun ga melihat kalimat di bawah ajakan merokok ituh :)

silimmawan said...

larangan diciptakan untuk di langgar gan, hahhaha

ViewMP3 said...

Thx Infonya sangat Bagus!

Kang Supri said...

haha... ada-ada aja, marketing yang nganeh-anehi, mas aku menawarkan untuk bertukeran link, aku tunggu kunjungan baliknya ya:) makasih.

pemula said...

memang benar mas, cuma kalau kemudian disuruh sepertinya juga akan jelek akibatnya, iya kalau digedung bagus, kalau dikampung bisa makin dilakukan sama orang-orang :)


Warung Bebas

jack said...

download film indonesia, barat, asia, animasi & subtitle terbaru gratis disini
http://www.film-terbaru.co.cc/

Nanang said...

weleh2 ada2 aja...

Amalia dhekik said...

Makasih ya,,,
Dengan blog ini saya bisa menambah wawasan saya,,, =)

ON THE SPOT said...

kalimat persuasif kuno, namun tetap aneh ngelakuin ny..

episcopal priests said...

coba liat image pertama, mari merokok!! hahaha..

WORLD TIPS said...

sebaik ny klimat terlarag, disampaikan tanpa hrus menggurui dan terkesan memaksa..

music improvisation said...

tolong merokoklah. wew.. apaan2 tuh??

Kirim Komentar Anda

Gunakan link dibawah ini jika form komentar tidak bisa digunakan
(Klik disini untuk mengirim komentar anda)

Silahkan menuliskan komentar anda pada opsi Google/Blogger untuk anda yang memiliki akun Google/Blogger.

Silahkan pilih account yang sesuai dengan blog/website anda (LiveJournal, WordPress, TypePad, AIM).

Pada opsi OpenID silahkan masukkan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia.

Atau anda bisa memilih opsi Nama/URL, lalu tulis nama anda dan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia. Jika anda tidak punya blog/website, kolom URL boleh dikosongi.

Gunakan opsi 'Anonim' jika anda tidak ingin mempublikasikan data anda. (sangat tidak disarankan)