Tutorial Cari Uang

Monday, July 09, 2007

Bukan Batu Besar, tapi Kerikil



Download Link for this video is here (MPEG 574 KB)


Orang jatuh karena kerikil, bukan batu sebesar gunung
Batu sebesar gunung yang terlihat, akan kita hindari atau kita daki, tetapi sering kita tidak melihat dan menyadari batu kerikil kecil yang sebenarnya sangat berbahaya karena akan membuat kita terpeleset lalu jatuh.

Jangan pernah menganggap remeh hal kecil, dan jangan pula meremehkan suatu hal karena "Belanda masih Jauh". Dalam menangani perkara yang besar dan berat, jangan lupa untuk tetap teliti terhadap hal-hal dan perkara yang sekecil mungkin. Jika engkau sudah bisa hidup berkecukupan, jangan kau hina saudaramu yang hidup kekurangan. Jika engkau memiliki harta banyak melimpah ruah, jangan takabur jangan berfoya-foya, berzakatlah! Karena sesungguhnya dalam hartamu terdapat hak untuk orang miskin, yatim piatu dan orang jompo, dll.




Artikel Populer
Random Artikel
 

31 komentar:

INAL_INUL said...

ooooo....bener juga kuwi,tapi ada lo air yang jadi batu apa ayo...?

Agam said...

Kalo aku senengnya nunggu belanda udah deket. Alias dadakan. Kalo udah mepet baru semangat :)

CempLuk said...

sip jangan beranggapan segala sesuatu itu mudah untuk ditinggal dan mudah untuk berjanji.

galih said...

iki opo toh? :P

bhowo said...

batu apa yang jadi tukang?

lischantik said...

makasih yach dah dukung lilis :)
tuk mendapatkan mimpi lilis :)

Si Jagoan Makan said...

Inspirasinya dari Kerikil-kerikil Tajam ya mas ?

anas said...

Intinya bersyukur, dan jangan remehkan segala hal yang ada disekitar kita gitu ya ?

anas said...

Lapor, klik ini

Anang said...

@ anas : ah mirip ya id blognya... anagku, beda tipis cuman kurang satu 'n'
anangku = my anang
hehehe
btw thanks infonya..

Dhany Family said...

kerikil kalau dikumpulkan se-truck bisa buat bangun jalan ato ngecor beton...

endikz said...

yen wis kesandung paling enak misuh misuh ya mas..

endik said...

wah link e salah.. kudune ngene
sepurane yo mas..

aribowo said...

kalo di rumah udah jadi kebiasaan bayar zakat kalo udah deket masa habisnya, jadi deket2 lebaran

Novee said...

iya ya... bener juga.
kalo gunung mah bukan kesandung tp nubruk. kesimpulannya, jgn ngeremehin yg kecil2... bukan begitu...

diditjogja said...

benar! bukan batu besar, tapi kerikil....coba kalo kerikil nya satu truk...apa gak bahaya tuh?1

bluedee said...

bener tuh mas anang...seperti kayak aa gym bilang 'mulai dari hal-hal yang kecil'

triadi said...

wah setuju banget ommmm..!! bahkan kupasang di hederr ..

jangan remehkan kebaikan dan juga kejelekan sekecil opo ae

danudoank said...

setubuh, eh, setujuh mas :)

windede said...

terima kasih mengingatkan hal ini....

nayz said...

lha ku lagi jatuh cintrong

Dewa Dewi said...

Bener banget, Mas Anang.Gw setuju, dech.

tito said...

wah animasinya lucu. Mana itu yg bikin ? *nggak fokus*

wieda said...

he he he...kesandung tuh pasti kecil yah...klo gede nubruk...waaaa....

Hannie said...

aduuuhh... mudah2an gue bisa berzakat dengan benar nih, gak 'minta' dizakatin molo kek skarang. hihihi

poer said...

bener banget mas ^^ jangan pernah mengecilkan arti hal2 kecil seperti say hi, tersenyum, dll.

salam kenal ya :)

mashuri said...

Bener...apalagi kerikil dalam sepatu, harus cepat dievakuasi. Gak enak!

langit said...

huwaaaaaaa setubuhhhh !!! :D

Rezki said...

Kecil-kecil cabe rawit mas.*halah*wahaha

Ateonsoft said...

Ha... benar juga mas anang... kelakuan orang sombong yang di film pendek itu

Caroline Sutrisno said...

setuju bangett... justru kerna hal yang kecil2 kita malah bisa terjlomprong...

"Dalam menangani perkara yang besar dan berat, jangan lupa untuk tetap teliti terhadap hal-hal dan perkara yang sekecil mungkin. Jika engkau sudah bisa hidup berkecukupan, jangan kau hina saudaramu yang hidup kekurangan. Jika engkau memiliki harta banyak melimpah ruah, jangan takabur jangan berfoya-foya, berzakatlah! Karena sesungguhnya dalam hartamu terdapat hak untuk orang miskin, yatim piatu dan orang jompo, dll."

setuju banget! pantes sampeyan selalu membumi biarpun sudah ngetop seantero jagad raya... :)

Kirim Komentar Anda

Gunakan link dibawah ini jika form komentar tidak bisa digunakan
(Klik disini untuk mengirim komentar anda)

Silahkan menuliskan komentar anda pada opsi Google/Blogger untuk anda yang memiliki akun Google/Blogger.

Silahkan pilih account yang sesuai dengan blog/website anda (LiveJournal, WordPress, TypePad, AIM).

Pada opsi OpenID silahkan masukkan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia.

Atau anda bisa memilih opsi Nama/URL, lalu tulis nama anda dan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia. Jika anda tidak punya blog/website, kolom URL boleh dikosongi.

Gunakan opsi 'Anonim' jika anda tidak ingin mempublikasikan data anda. (sangat tidak disarankan)