Pletuk, adalah nama sebuah air terjun yang bisa ditempuh kurang lebih setengah jam dari pusat kota Ponorogo. Wisata alam air terjun berada di wilayah dusun Kranggan, Jurug Kecamatan Sooko, Ponorogo. Pesona alam yang masih alami dan perawan ini persisnya terletak di sisi barat daya Gunung Wilis yang menjulang di sisi timur Ponorogo.
Air Terjun Pletuk
Air terjun yang berada pada ketinggian 400 m diatas permukaan laut ini memberikan pemandangan alam yang begitu indah dan betul-betul alami. Hanya saja kalau pemkab Ponorogo mau mengembangkannya dengan menata dan memberikan fasilitas-fasilitas penunjang, bukan tak mungkin bisa mengalahkan air terjun sejenisnya. Tawangmangu misalnya.
Pengembangan wisata alam air terjun Pletuk ini sebenarnya sudah lumayan akhir-akhir ini. Jalan menuju area air terjun sudah dibangun sedemikian rupa sehingga kendaraan roda empat leluasa untuk masuk. Suatu hal yang hampir mustahil dilakukan beberapa tahun yang lalu. Jadi, air terjun Pletuk ini benar-benar masih perawan.
Anda pun masih bisa menikmati tempat menarik lain di kawasan air terjun, yakni adanya tebing yang indah dan kokoh. Tebing-tebing tersebut bisa menjadi tantangan baru bagi anda yang gemar melakukan olahraga panjat tebing. Hmm... Bagi yang ingin kemping disediakan pula bumi perkemahan, plus dengan arena flying fox.
Sedikit berbagi pemandangan yang bisa dinikmati di air terjun Pletuk ini, berikut ini adalah skrinsut yang bisa anda nikmati..
Ketika rasa kecewa menumpuk, sementara ruang yang ada pada dada tak mampu lagi menampungnya. Maka yang terjadi adalah sebuah dorongan yang sangat hebat untuk menunjukkan kekecewaannya lewat aksi di luar batas.
Aksi Nekad Hendri Mulyadi
Hendri Mulyadi mungkin adalah salah satu contoh dari rasa kesal, geram dan kekecewaan mendalam yang dirasakan oleh seluruh pendukung tim merah putih lantaran melihat penampilan tim nasional Indonesia yang tak kunjung membaik.
Kekesalan, kegeraman dan kekecewaan yang dilampiaskan oleh sosok Hendri memang salah secara hukum. Dari tribun penonton, ia melompat pagar pembatas dan berlari di lapangan hijau merebut bola untuk kemudian mencoba memasukkan bola ke gawang lawan... Penonton memang dilarang keras untuk masuk lapangan. Jangankan penonton, pelatih yang secara langsung berhubungan dengan permainan sangat dilarang memasukinya... Hmm...
Tapi apa yang kemarin dilakukan Hendri adalah bentuk pendobrakan akan sebuah keinginan besar untuk menjadi lebih baik. Seperti itulah nilai yang harus dipetik dari sebuah aksi gila seorang Hendri. Satu keinginan Hendri yang terungkap saat diwawancara adalah kebangkitan persepakbolaan tanah air. Dalam hatinya mungkin ia berkata bahwa kalau pemain timnas tidak sanggup, biar saya saja yang maju untuk menjadi pemain ke-12 menghancurkan tim lawan.
Beberapa lembar rupiah demi antrian panjang selembar tiket, tribun yang penuh sesak, dan penampilan 'konyol' timnas yang tak semakin membaik bukan padanan yang pas dan tepat dengan harapan para penonton. Ini yang selama ini selalu dan selalu terjadi. Ya, bukan itu yang diharapkan oleh para suporter gila bola. Kalah tak mengapa asal ada permainan cantik dari timnas. Tengok saja saat Indonesia kalah saat pertandingan ketiga piala Asia 2007 lalu. Meski kalah, penonton tetap berjiwa besar karena disuguhi permainan ciamik timnas.
Kegeraman, kekecewaan seperti itu yang akhirnya memuncak saat gemas menyaksikan pertandingan yang tak sepadan dengan rupiah yang dikeluarkan.... Rasa nasionalisme yang bergelora menjadi peletup 'kegilaan' seorang Hendri.
"Andai tendangan bola saya itu masuk, saya akan berlari dan terus menciumi Garuda di kaos timnas..." ujar Hendri mengenang kegilaan heroik yang telah ia lakukan....
Ah, Hendri telah menunjukkan arti Garuda di dadaku lewat tindakan nyata daripada pemangku kekuasaan yang sibuk mengurusi hal yang entah apalah itu.... Hihi...
NONGKRONG, NGOBROL, NGOPI, SHARING, DAPAT PEKERJAAN
Warung Lesehan khusus Pengangguran?
Anda belum dapat pekerjaan? Status anda masih pengangguran? Ingin dapat pekerjaan? Mungkin bila anda nongkrong di warung lesehan 'Pengangguran' yang ada di alun-alun Trenggalek anda bisa mendapatkan pekerjaan.. He.. Siapa tahu...?
Warung lesehan PKL ini tepatnya berada di alun-alun Trenggalek. Konsep yang dipakai mirip seperti angkringan yang bertebaran di Jogja. Anda bisa memesan minuman dan makanan ringan dan menikmatinya dengan duduk lesehan. Anda pun bisa bebas bercakap-cakap sambil melihat-lihat suasana sekitar.
Lesehan ini berlabel lesehan pengangguran. Ya! Sebuah nama yang cukup unik dan aneh yang mengundang tanya ada apakah gerangan sehingga pemilik warung lesehan menamai warung tersebut dengan nama yang terlihat horor dan cibiran buat mereka yang sedang menganggur. Hihi...
Salah satu alasan pemilik lesehan menamai tempat dagangannya ini mungkin karena curhat akan status pengangguran yang dimiliki, selain menjaga warung lesehan tersebut tentunya. Mencari pekerjaan sudah susah dan terbersit keinginan untuk buka warung saja.. Siapa tahu bisa dijadikan pekerjaan yang mampu mendulang keuntungan berlipat.
Motivasi lain membuat nama unik adalah mengumpulkan para pengangguran yang terserak di penjuru kota untuk sekadar 'ngopi' bersama rekan sesamanya. Sambil nyeruput kopi, mereka ngobrol tentang nasib yang belum berpihak pada mereka. Topik yang dibahas mungkin berkisar tentang lowongan pekerjaan terbaru yang mereka dengar dan mereka lihat. Dan mereka berbagi bersama rekan senasib sepenanggungan.
Siapa tahu setelah nongkrong, mereka bisa mendapatkan pekerjaan. Minimal mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan terbaru yang sedang hot saat ini di kalangan para pengangguran... Sehingga mereka bisa bergerak lebih cepat untuk menghapus titel pengangguran di depan nama mereka dan menggantinya menjadi employer, enterprener, atau jobseeker.... Hm...
Anda tertarik mencicipinya? Atau anda punya pekerjaan yang ingin ditawarkan sambil ngopi-ngopi... Silahkan silahkan.....
Eh iya sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat tahun baru 2010 kepada para pembaca setia blog biru ini... Bagaimana perayaan tahun baru anda semalam? Hmm... Mungkin sebagian dari anda baru bangun lantaran pesta perayaan tahun baru yang harus berlangsung hingga larut malam bahkan sampai pagi menjelang.... Hihihi...
Hari ini, 1 Januari 2009 adalah hari pertama di tahun 2010. Hari dimana lembaran baru di tahun 2010 telah sedang dibuka, dan lembaran lama di tahun sebelumnya telah ditutup. Saatnya mengganti kalender lama dengan kalender baru. Berarti kalender yang baru anda beli kini sudah memiliki nilai fungsi dan guna. Hehe....
Oh iya, karena hari ini adalah awal dan pembuka tahun 2010, maka posting kali ini adalah posting perdana di tahun 2010. Hmmm.. Mengawali tahun baru dengan posting sederhana dan semoga semangat untuk terus berbagi lewat tulisan blog tak akan pernah surut dan selalu terjaga... Dan harapannya agar selalu bermanfaat bagi semuanya... Amin...
Ada satu hal yang bisa saya tangkap dari pesan-pesan tersembunyi di momen pergantian tahun. Seperti sudah kita ketahui bahwa tahun 2009 kemarin ditutup dengan berita duka dari mantan presiden kita, Abdurrahman Wahid atau yang sering dipanggil dengan sebutan Gus Dur.
Saya mengambil satu pesan dari hal tersebut, yakni perubahan makna perayaan tahun baru. Yakni perayaan tahun baru mulai dari yang sekadar pesta untuk menyambut pergantian tahun menjadi renungan untuk mengingat kembali segala apa yang telah kita perbuat selama satu tahun sebelumnya. Dari hura-hura menjadi keprihatinan...
Selamat berlibur.... Selamat tahun baru! Semoga semua apa yang anda harapkan di tahun ini terkabul... Amin...
Klik ikon di bawah ini untuk berlangganan posting terbaru Anang's Blog lewat layanan feed reader Bloglines! Bila belum mempunyai akun di bloglines silahkan daftar dulu.