Tutorial Cari Uang

Monday, April 13, 2009

Pasarku Pasarmu

Sekilas dari kejauhan tampak sebuah tulisan Pasarku Pasarmu pada gapura Pasar Kembang. Dan jepret... Saya mengambil gambarnya saat melintas tepat di dekat gapura itu.

Pasar Kembang

Sepintas memang terlihat seperti gapura pada umumnya. Tapi ini lain. Tulisan pasarku pasarmu mengingatkan saya kembali sebuah tagline yang sangat melekat pada blog biru ini... Anang adalah Anang'ku' bukan Anang'mu' atau Anang-nya mereka...!!! Hahaha....

Pasarku pasarmu ini memiliki makna bahwa keberadaan pasar itu sejatinya adalah menjadi milik bersama. Bukan hanya milik para pedagang yang memiliki lapak dagangan atau kios-kios di dalam pasar, melainkan juga milik masyarakat pasar yang melakukan aktivitasnya di pasar.

Makna lain yang bisa kita petik dari rasa kebersamaan dan saling memiliki terhadap pasar adalah sebuah upaya untuk menimbulkan sebuah tanggung jawab bersama atas kebersihan dan kenyamanan suasana dalam pasar. Seperti kita ketahui bersama, selama ini pasar juga menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah. Nah, ini juga menjadi tugas pemerintah untuk merawat, membina, dan menata kembali pasar-pasar tradisional.

Ini adalah tugas kita bersama untuk menjaga pasar agar jauh dari kesan kotor, kumuh dan becek yang selama ini melekat. Harapannya adalah supaya tercipta rasa nyaman dan menyenangkan saat beraktivitas jual-beli di pasar. Juga menata suasana pasar agar tetap terjaga keamanannya.

Pasar dari dulu telah menjadi jantung kehidupan masyarakat karena dari tempat inilah segala kebutuhan hidup masyarakat terpenuhi dan tercukupi. Mulai dari sandang, papan hingga pangan bisa diperoleh dengan mudah di pasar-pasar.

Selama ini pasar selalu teridentikkan dengan tempat jual-beli yang kumuh, kotor, becek dan bau tak enak yang menyengat, tidak aman, dan semrawut tanpa ada penataan yang pada akhirnya membuat suasana tidak kondusif. Pembeli enggan untuk datang dan pedagang harus menerima nasib buruk tak laku jualannya. Fenomena seperti ini nyaris merata di seluruh wilayah negeri ini.

Namun hebatnya, fakta ini tetap tidak menggoyahkan pandangan masyarakat akan arti penting pasar dalam kehidupan. Hingga akhirnya datang suatu masa dimana berdiri banyak pasar modern yang siap mencaplok era emas pasar-pasar tradisional...

Keberadaan pasar-pasar tradisional makin terancam dengan semakin maju dan pesatnya pola kehidupan manusia yang pada akhirnya membawa pasar ke dalam bentuk yang lebih modern. Dibangunlah pusat-pusat perbelanjaan megah nan elit yang menggantikan kedudukan pasar-pasar tradisional.

Jika pasar-pasar tradisional tetap pada stigma buruk yang melekat tersebut maka bukan tak mungkin akan semakin terkikis oleh pasar modern yang kian gencar mencari titik-titik strategis sebagai lahan pembangunannya.

Marilah tanggap terhadap kenyataan ini. Mari jadikan pasar sebagai tempat yang nyaman untuk berjual-beli. Janganlah membuang sampah sembarangan. Perlakukan lingkungan di sekitar pasar seperti laiknya lingkungan sekitar rumah yang selalu kita jaga kebersihannya. He... Iya ta?

Tujuan akhirnya nanti adalah terciptanya sebuah ketertiban, kenyamanan, kebersihan dan keindahan sebuah pasar yang sangat kita idamkan. Oh ya, keamanan juga... Hehe..




Artikel Populer
Boleh Dicoba



 

43 komentar:

Anang said...

pertamax

bukan pasar kembang yang terkenal dengan ehem-ehemnya itu... :D

detEksi said...

duh kalo pasarku juga apa di situ ada yang jual mesin kayu?

MQ Hidayat said...

pasar kembang itu tempatnya orang jualan apa sih *gaya2 gak ngerti*

fotonya bagus, jadi pengen sewa lapak disana? (lmao)

TUTORIAL WEBSITE said...

sayangnya bukan pasarnya atau pasar mereka...

senoaji said...

(doh) kapusan aku! ku kira pasar kembang yang di inu!

pasar memang sebagai salah satu tools pergerakan perekonomian sebuah kawasan. Perputaran uang dan pajak sebagian tergantung dari denyut aktivitas pasar. Jika pasar nyaman dari segala sisi maka bisa dipastikan apapun bisa nyaman untuk proses pembangunan

LuxsMan Kumara said...

iki pasar kembang endi?????

opo pasar kembang SUROBOYO?????

Anang said...

@ LuxsMan Kumara : ya, betul. pasar kembang surabaya.

bodrox said...

He.. he.., pasar memang milik kita bersama bos. tapi bukan cuma pasar, seharusnya semua fasilitas umum kita jaga bersama. kan kita bersama juga yang dapat manfaatnya :)

hedi said...

pasarnya punya blog juga? siapa tahu terinspirasi blogmu, nang :P

kakve-santi said...

ku pikir pasar kembang di jogja..
wkwkwkwkwkwkwk....

kenny said...

jadi kangen pasar jowo...

risdania said...

itu pasar yang "bioskop main seperti biasa itu bukan" ??

rayearth2601 said...

Yuk kita ke pasar

tuku kathox

wkwkwkwk

shedtya said...

pasar kembang,, hahha,, kembang desa atau gimana nih mas??

Rusa Bawean™ said...

tapi kalau anangku
bukan milik kita bersama kan???
:)

Cebong Ipiet said...

aq wingi ning sby hohohooh

arifudin said...

hayo kapan-kapan mrono maneh ;)

ciwir said...

suwe ora mrene, komen sik ahh

aprie said...

tak rani ki pasar kembang kidul stasiun tugu.
hahahaha...

nggresik said...

awas....copet...

amethys said...

hehehehe pasar, pasti enek sing dodol tiwul, sego pecel....dawet dll yo nang?

ngilerrrr

nothing said...

suwe ra mlaku mlaku nang suroboyo..ono opo sing anyar nang kono mas?

Wongbagoes said...

Pasar... jd teringatr rumah...

SandiasA said...

masih adakah anak muda jaman sekarang yang suka keluyuran di pasar tradisional?

kapitalis memang benar2 sukses di Indonesia, makin banyak Mall = membunuh rakyat jelata yang berdagang di pasar!

Raffaell said...

Kalo disini, yang terkenal untuk orang Indo namanya Pasar Cokit, keadaanya lebih jelek dari pasar di poto itu

sungaikuanta.com said...

pasar tradisonal... tlah terlindas oleh pasar modern... sperti mall-mall.....
sedih... ga ada lagi pasar mncari jodoh....
seperti yg ada di sungai kuantan.....

antown said...

wakakkaa...
nemu aja foto kayak gini.
hidup anang hohoho

badot inside said...

pasarku pasarmu sih boleh aja mas anang, tapi jangan sampe pacarku pacarmu, heu heu...

bayu nugroho said...

sarkem yoooo..hehe bukan yah.. lebih enak pasar tradisional mas, aromanya itu yang bener2 jadi ciri khas, segala bau becampur jadi satu, memang aga eneg tapi itulah seninya lhoo...

Anang said...

@ badot inside : haha pacar milik bersama. mau? (lmao)

ceznez said...

nama pasar yang unik :)

dindacute said...

pasarnya anang yah pasarnya anag bukan pasarku atau pasarmu

bdw pasarnya anag jualan iklan

ndop said...

langsung iso tak woco pikiranmu nang, hahahah.. mesti nyangkut pautne karo blogmu to. hahaha...

gajah_pesing said...

pasar cedak ndi kui?

Mas koko said...

Pacarku pacarku... ada ga' ya :D

Ria said...

walah...moga2 pasarnya bisa ngunggulin mall yang pengunjungnya gak pernah sepi setiap saat itu ya...
padahal harga di pasar tradisional pastinya lebih murah di banding dengan Mall

gempur said...

cedhek omahku sing lawas. hehehe

AgungSetiawan said...

Hmm....Pasar tradisional harusnya dikelola lebih profesional :) lebih bersih dan lebih aman. no preman, no becek, no angkot sembarangan ;-P jadi lebih nyaman dan ga bikin macet, dan tentunya tetap lebih murah dari pasar swalayan :)

iephe said...

Hayah,.... pokoke Anangku... ;)

Chairul's Blog said...

Saya SEPAKAT untuk selalu memperjuangkan nasib para pedagang di pasar tradisional.... seharusnya pemerintah tidak pro sama para pelaku ekonomi kapitalis yang memberikan izin di mana-mana untuk pasar modern yang selalu menyaingi para pedagang di pasar tradisional. bayangkan betapa besar nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh pasar tradisional,, seperti adanya interaksi antara para pedagang dengan pembeli melalui metode tawar menawar.. nilai ini adalah nilai luhur bangsa timur.. salut untuk tulisannya mas anang.. salam kenal..

rosia said...

pasar mana

ON THE SPOT said...

pasarmu, pasarku.. yaa bner, dri katanya itu mencerminkan bahwa pasar itu milik kita dan hrus kita urus dan jaga kebersihan nya sesuai dgn menjaga diri kita sendiri

hybrid electric car said...

pasar.. pasar.. ohh, pasar.. akan selalu berubah seiring perkembangan zaman..

Kirim Komentar Anda

Gunakan link dibawah ini jika form komentar tidak bisa digunakan
(Klik disini untuk mengirim komentar anda)

Silahkan menuliskan komentar anda pada opsi Google/Blogger untuk anda yang memiliki akun Google/Blogger.

Silahkan pilih account yang sesuai dengan blog/website anda (LiveJournal, WordPress, TypePad, AIM).

Pada opsi OpenID silahkan masukkan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia.

Atau anda bisa memilih opsi Nama/URL, lalu tulis nama anda dan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia. Jika anda tidak punya blog/website, kolom URL boleh dikosongi.

Gunakan opsi 'Anonim' jika anda tidak ingin mempublikasikan data anda. (sangat tidak disarankan)