Sticky Message Board
Tutorial Cari Uang
Spesial Ramadhan
Peta dan Panduan Jalur Mudik 2011 Jawa Bali Sumatera
Sudahkah Anda Membayar Zakat Fitrah ??
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H
Menjemput Ramadhan
Menunggu Waktu Berbuka
Iklan Sirup Ramadhan
Ritme Puasa Anak Kos
Waktu Puasa Berbeda
Ngabuburit
Kenapa Harus Ngakali Rasa Haus dan Lapar ?
Rating Acara Tertinggi Selama Bulan Ramadhan
Uang Baru dan Lebaran
Sandal Syahid
Sudahkah Anda Bersabar ?
Sudahkah Anda Bersyukur ?
Cek Arah Kiblat dengan Google Earth
Sunday, January 20, 2008
Tahu Tempe Riwayatmu Kini
Melangitnya harga kedelai dari Rp4000 hingga hampir menyentuh angka Rp8000 membuat meroketnya pula harga tahu tempe yang juga diiringi dengan semakin langkanya keberadaan tempe dan tahu di masyarakat...Kalaupun masih ada itupun sudah susut ukurannya,...
Menyedihkan memang. Tempe yang bisa diperoleh masyarakat kita dengan harga murah meriah ini merupakan salah satu sumber protein nabati yang kandungan asam aminonya mendekati daging. Masyarakat kita yang sebagian besar masih hidup di ambang garis kemiskinan kebanyakan mengandalkan konsumsi protein dari tahu dan tempe ini. Sementara mereka yang hidup mewah bisa mendapatkan dengan mudah dari daging-dagingan, telur atau susu yang untuk masyarakat kelas bawah sulit untuk menjangkaunya. Untuk hidup sehari-hari saja masih serba kekurangan.
Sungguh ironis jika akhirnya tempe dan tahu perlahan-lahan menghilang, bagaimana nasib kaum bawah nantinya? Rakyat miskin tentu sebagian besar mengandalkan konsumsi protein dari komoditas olahan dari kedelai ini yang notabene selain murah juga bergizi.
Tempe dan tahu yang konon katanya makanan asli masyarakat pribumi di negeri ini ternyata tidak hanya ada di Indonesia saja, di mancanegara tempe pun sudah menyebar. Lihat saja disini.
Namun yang harus kita percayai kini adalah hak paten tempe sudah milik Jepang dan hak paten tahu sudah menjadi milik Thailand. Bahkan tahu tempe produksi Indonesia pun tidak seratus persen asli bikinan Indonesia. Bahan-bahannya masih harus mengimpor dari Amerika sono....
Hey, mana Indonesia yang katanya negara agraris dan pernah swasembada pangan itu yang konon orang bilang bahwa tanah kita ini tanah surga dimana tongkat kayu dan batu bisa menjadi tanaman... Buat apa ada IPB ehehehe yang meluluskan ribuan insinyur-insinyur pertanian itu... Hehehehe...
Tapi untunglah harga tempe penyet di warnyet langganan saya masih tetep hehehe... Tetep masih murah dan enak.... Alhamdulillah.....
Menyedihkan memang. Tempe yang bisa diperoleh masyarakat kita dengan harga murah meriah ini merupakan salah satu sumber protein nabati yang kandungan asam aminonya mendekati daging. Masyarakat kita yang sebagian besar masih hidup di ambang garis kemiskinan kebanyakan mengandalkan konsumsi protein dari tahu dan tempe ini. Sementara mereka yang hidup mewah bisa mendapatkan dengan mudah dari daging-dagingan, telur atau susu yang untuk masyarakat kelas bawah sulit untuk menjangkaunya. Untuk hidup sehari-hari saja masih serba kekurangan.
Sungguh ironis jika akhirnya tempe dan tahu perlahan-lahan menghilang, bagaimana nasib kaum bawah nantinya? Rakyat miskin tentu sebagian besar mengandalkan konsumsi protein dari komoditas olahan dari kedelai ini yang notabene selain murah juga bergizi.
Tempe dan tahu yang konon katanya makanan asli masyarakat pribumi di negeri ini ternyata tidak hanya ada di Indonesia saja, di mancanegara tempe pun sudah menyebar. Lihat saja disini.
Namun yang harus kita percayai kini adalah hak paten tempe sudah milik Jepang dan hak paten tahu sudah menjadi milik Thailand. Bahkan tahu tempe produksi Indonesia pun tidak seratus persen asli bikinan Indonesia. Bahan-bahannya masih harus mengimpor dari Amerika sono....
Hey, mana Indonesia yang katanya negara agraris dan pernah swasembada pangan itu yang konon orang bilang bahwa tanah kita ini tanah surga dimana tongkat kayu dan batu bisa menjadi tanaman... Buat apa ada IPB ehehehe yang meluluskan ribuan insinyur-insinyur pertanian itu... Hehehehe...
Tapi untunglah harga tempe penyet di warnyet langganan saya masih tetep hehehe... Tetep masih murah dan enak.... Alhamdulillah.....
27 comments:
Silahkan menuliskan komentar anda pada opsi Google/Blogger untuk anda yang memiliki akun Google/Blogger.
Silahkan pilih account yang sesuai dengan blog/website anda (LiveJournal, WordPress, TypePad, AIM).
Pada opsi OpenID silahkan masukkan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia.
Atau anda bisa memilih opsi Nama/URL, lalu tulis nama anda dan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia. Jika anda tidak punya blog/website, kolom URL boleh dikosongi.
Gunakan opsi 'Anonim' jika anda tidak ingin mempublikasikan data anda. (sangat tidak disarankan)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
iya nih cak, saya juga jadi miris ngliat keadaan endonesa jadi begini. sekarang jadi bingung kalo ga punya duit, dulu lagi bokek, makan sama tahu tempe udah bisa bikin kenyang. tapi sekarang, tahu tempe mahaal..
ReplyDeletenang endi ae cak ?? sakit tah ??
ReplyDeletetempe tahu nasib mu kini..
ada yang unik loh, pas ke sidoarjo, masyarakat sana mencampur pke pohong si kedelai ini. hasil nya sama saja, malah harga sama plus nilai kandungan bergizi..
kasian juga ya.....
ReplyDeleteKalo yg jadi mahal itu "makanan khusus orang2 kaya" sih....nggak apa2. Ini kan tempe, makanan seluruh lapisan masyarakat.
Iya nih, padahal itu makanan kesukaan saya hiks.
ReplyDeleteBtw, sekarang tepung terigu juga naik ...
beginilah klo apa2 serba import,jadi ketergantungan deh
ReplyDeleteMas, saya kemaren makan tempe penyet Ho-Ha..sama Ha-Ho..harganya masih teteup juga, rasanya juga TOP. Wenakkk
ReplyDeleteTapi katanya kedelai yang merupakan barang gagal di Amerika diimport ke Indonesia.gimana tuh???
ReplyDeletedari sewumangatus dadi patangewu an siji tempe cilik tur mengkeret...jannnnnnnn=(
ReplyDeletesebagai penggemar tempe, aku merasa terdzalimi..!
ReplyDeletelama-lama kita makan hati dengan harga yang makin melambung tinggi...
ReplyDeletebagus doong kalo tempe tahu mahal..jd yg tadinya males makan ikan...akhirnya tengok2 makan ikan...gak kalah kan gizinya sama tahu dan tempe... tapi kangen juga euy makan tempe kering kecap...
ReplyDeletelho sekarang warnet juga jualan tempe ya.. baru tahu lho saya :))
ReplyDeleteKalau kebanyakan makan tempe, nanti mentalnya jadi mental tempe lho,
ReplyDeletemakanya sengaja kedele dinaikan, biar tempe lebih mahal daripada daging & ati.
Kalau rakyat makan daging kan bergizi dan kalau makan ati kan nanti bisa makan-hati :)
kompak ni ye ama cempluk....
ReplyDeletetinggal makan ikan...disana ikan susah gak ? o i love ikan, sayangnya di amerika kurang byk jenis ikannya
wahduh gak iso maem tempe penyet meneh nek mulih. piye iki ... ihiks...
ReplyDeleteanang..kompak kita, nulis tentang tempe...
ReplyDeleteemang koq tempeh tuh udah menginternational....tempeh burger tuh makanan vegetarian dan banyak yg suka...padahal rasanya ..ho ek.
tapi klo sambel tempe dan lodeh...walahhh eunakkkke rek...tempe penyet? pasti eunak juga.....he he he he
hidup tempe...pokoknya tempe harus tetap ada....walau apapun yg terjadi
eh kemaren aku beli tempe 10 papan....mumpung ke kota
Sejak tempe naik harganya dan susah dibeli di tukang sayur, aku hanya makan tempe di warteg. Di rumah yang masih bisa ditemukan adalah tahu.
ReplyDeleteNgenes tenan. Harga sembako saat ini sedang meroket.
Tempe penyet...sedaaap.
ReplyDeleteKata pembantu ku, tempe udah ada di Pasar Mede, dan anehnya harganya tetap...mungkin ukuran lebih kecil, atau bahannya dicampur...
Jadi ingat dikampungku dulu, untuk membuat tempe bahan bakunya tak hanya kedele, supaya harga terjangkau. Yang terkenal tempe enak, kedelai melulu, adalah tempe Malang.
Tempe di warung kucing dekatku harganya tetap mas, tapi ukurannya jadi semakin kecil. Suwe2 iso entek yen regane kedelai larang.
ReplyDeleteHarga tempe di sini masih tetap, hanya saja untuk tempe kemasan plastik semakin tipis saja isinya, sedangkan yang bungkus daun semakin berkurang saja panjangnya. Naaah, kalau tahu harganya naik. Untuk ukuran 10 x 10 cm yang biasanya dijual 1500rp - 1800rb, sekarang jadi 2000rp. Tapi kali orang Batam sudah terbiasa ya dengan harga mahal, jadi nggak begitu heboh.
ReplyDeleteyang bener ajah tempe naik!!!sebel deh!!!masa gorengan deket gue harganya selembar tipis serebu / seceng / one thousand rupiah????halah!!!!
ReplyDeleteTahu & Tempe makanan merakyat yang gak bisa lagi disentuh oleh kelas bawah... :(
ReplyDeleteDi rumahku, masih belum ada yang jualan tempe... kata tukang sayurnya; tempenya lagi jalan2 ke luar negeri, hehehe... :D
minggu, si tukang sayur bilang kalo ga bakal ada tempe seminggu. langsung beli dua potong. habis pas tempe mulai muncul lagi.
ReplyDeletemahal amat ya sekarang? duh itu ibu-ibu pejabat ya mbok sesekali merasakan susahnya mengatur duit biar cukup buat belanja.
wadouwww IPB ikut tersentil nih... jadi mualuwww. emang lum tau ya kepanjangan IPB itu apa.. Institut Pleksibel Banget! Lulusan pertaniannya dah kalah banyak dr fakultas yg laen..hiks..
ReplyDeletewuah, berarti ntar lama-lama tempe jadi makanan papan atas donkz??? bahkan mungkin ntar orang2 kaya gak lagi makan steak daging ato ikan salmon, tapi TEMPE...
ReplyDeletehhe...
Hak paten untuk Anangku sudah dibuatkan?
ReplyDeletenang pasar Nganjuk,regane yo mundak jare ibukku. tapi gak signifikan, soale kabeh yo melu mundak. dadi gak tempe tok cah.. kabeh mundak!!
ReplyDeleteIndonesia ndang dibubarne ae.. merger kambek negoro liyo ae...
sedih aku mengatakannya...