Tutorial Cari Uang

Sunday, January 27, 2008

Soeharto Meninggal Dunia

SANG JENDERAL BESAR ITU TUTUP USIA


Berita duka tersiar dari lantai 5 Rumah Sakit RSPP Pertamina Jakarta tentang wafatnya Bapak Pembangunan yang selama kurang lebih 32 tahun berkuasa menjabat sebagai Presiden RI selama 7 periode berturut-turut.... Putra asli Kemusuk Yogyakarta yang lahir pada 8 Juni 1921 itu telah berpulang ke Rahmatullah pada usia 87 tahun setelah berjuang keras melawan kompleksnya penyakit yang mendera tubuh renta tak berdaya itu. Kegagalan multiorgan hingga mengantarnya hidup dengan bantuan alat medis yang terpasang di tubuh untuk menyangga kehidupannya selama kurang lebih 3 minggu terakhir tak mampu menyelamatkan terpisahnya jiwa dari raga. Suratan takdir yang telah ditulis sejak ruh tertiup ke jasad semenjak masih berada di perut bunda mengatakan bahwa IT'S OVER, SOEHARTO DEAD, PASS AWAY AND REST IN PEACE pada hari ini, Minggu 27 Januari 2008. Soeharto telah tiada. Pemimpin bangsa itu telah tidur tenang di alam sana...

Pukul 13.10 WIB, salah satu pemimpin legendaris bangsa yang bergelar 'The Smiling General' ini meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Pria bernama lengkap Haji Muhammad Soeharto ini merupakan presiden kedua yang memimpin bangsa besar Indonesia ini telah kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan. Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni segala kesalahan yang telah beliau perbuat selama hidupnya dan memberikan tempat yang layak disisi-Nya... Amin...

Bagaimanapun beliau adalah seorang bapak bangsa ini. Seorang yang pernah menjadi bapak dan mengurusi anaknya yang bernama Indonesia... Indonesia sebagai seorang anak yang berbakti sudah seharusnya menghormati dan mendoakan bapaknya yang telah tiada.. Urusan kesalahan sang bapak yang pernah diperbuat sudah pasti Sang Maha Segala yang juga Sang Maha Adil itu akan menjadi hakim sesungguhnya kelak di hari penghitungan amal... Semua kejujuran akan terkuak dan terbuka lebar disana kelak. Marilah kita jauhkan diri dari yang namanya fitnah. Kalau tidak punya cukup bukti yang kuat, janganlah sok ikut-ikutan berteriak lantang, karena itu adalah jalan menuju sebuah fitnah. Karena bagaimanapun juga fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.




Artikel Populer
Boleh Dicoba



 

85 komentar:

kenny said...

innailahi wa innalilahi rojiun, lega jg akhirnya si bapak udah berpulang, gak tega ngeliat terlalu lama menderita.

A. said...

semoga di terima di sisi yang sang khalik....

pemimpin terbesar bangsa Indonesia...

san said...

innalillahi wa innailaihi rojiun
semoga amal2annya diterima di sisi NYA dan diampuni semua dosa2nya..

imcw said...

Selamat Jalan Pak Harto.

ojat said...

innalillahi wa inna ilaihi roji'un...selamat jalan mbah harto..

h3m4n said...

alhamdulillah telah tiba keadilan sesungguhnya bagi soeharto,....alloh segera meng-AZAB semua kebathilan yg telah diperbuatnya

HenY said...

Selamat jalan 'tersangka koruptor' semoga hakim di alam barzah sampe akhirat memfonis mu penuh keadilan ..... aamiin

alhamdulillah

Githa Sari said...

Turut berduka sedalam-dalam nya kepada Bapak Pembangunan kita, semoga Amal Ibadahnya diterima, jasa-jasanya diperhitungkan dengan semua kesalahannya, semoga disanalah tempat peristirahatan paling mulia dari pada sang Jendral Besar Indonesia berada di Penjara, smoga engkau bahagia di sisi-Nya, amien

Neta said...

Semoga amal ibadahnya diterima Tuhan YME dan dimudahkan di akhiratnya. Amien. Soeharto adalah bapaknya para petani yang sayangnya belum ada gantinya, semoga jasa2 beliau menjadikan penghapus kesalahannya.

GusKoko said...

Selamat Jalan Jendral.

Kebetulan saya juga menulis yang sama, tentang meninggalnya Pak Harto dengan gaya berbeda.

sachroel said...

Selamat jalan pak Harto
terima kasih atas jasa2 mu.

jojon iskandar said...

adili terus SOEHARTO walopun udah dalem kubur! tuntas habis semua kekayaan negara yang sudah direkrut selama pemerintahan orde baru sebesar 500 trilyun untuk membuat cendol di bak swiss. kita jadikan uang soeharto untuk membuat kerupuk. kita jadikan orang2 DKI bisa terbang. dan kita jadikan pabrik tempe produksi no.1 untuk membolotkan anak2 soeharto.
hidup soeharto!!!!!ihh... bangun aghy...ceyemm...

pyuriko said...

Turut berduka cita....

Ani said...

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, ikut berduka cita,semoga Allah mengampuni dosa2 beliau & semoga beliau mendapat tempat yang damai di sisi Allah Swt.

mei said...

Karena bagaimanapun juga fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan---->kenapa endingnya harus begini???hihi

yup, bagaimanapun dia salah satu Bapak kita juga, selamat jalan pak..

angin-berbisik said...

selamat jalan the smiling general....

Ardian said...

Setuju dengan Mas Anang, biarlah nanti Allah yang menentukan apakah beliau ebrsalah atau tidak. Yang penting sekarang, marilah kita lupakan sejenak masa lalu itu dan marilah kita ikut mendo'akannya agar arwahnya diterima di sisi-Nya.

M Fahmi Aulia said...

akhirnya.... :-)

maya said...

innalillahi wa inna ilaihi rojiun

maya said...

innalillahi wa inna ilaihi rojiun

za said...

met jalan ya pak....

Anugrah said...

Semoga segala amal ibadahnya diterima disisi Tuhan YME

ichal said...

turut belasungkawa,, semoga Alla menerima segala amal baiknya!

endang said...

Terima Kasih Pak Harto....
saya menangis terus melihat pemakamannya..

Dzofar said...

ndop.blogspot.com juga turut mengucapkan "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un"... semoga arwah beliau diterima di sisiNya.

btw, mengomentari masalah "fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan", aku pernah melihat di acara Tafsir Al-Misbah, Pak Quraish bilang kalau fitnah yang dimaksud adalah "TIDAK SAMA dengan fitnah dalam bahasa Indonesia!!!", yang dimaksud fitnah dalam bahasa Arab /Bahasa Al Qur'an adalah "PENYIKSAAN", bukannya fitnah menuduh itu.

demikian harap dipahami dengan betul mengenai hal itu... biar nggak salah kaprah... okey!!!

Herman Saksono said...

Wimar Witoelar pernah mengatakan sesuatu yang menarik. Saya kutip (kurang lebih): Untuk memahami bagaimana mungkin Indonesia dapat dipimpin oleh presiden semacam Pak Harto selama 32 tahun lamanya, cobalah lihat komen-komen di atas saya... errr maksud saya... perlombaan memaafkan Pak Harto akhir-akhir ini.

mashuri said...

Innalillahi wainna ilaihi rajiun...

ekowanz.info said...

moga aj dosa2nya diampuni yah...

widie said...

Ikut berduka cita, semoga arwah blio tenang di SisisNya, diampuni dosa2nya dan diterima amal ibadahnya selama masih hidup, amin...

mercuryfalling said...

amal perbuatannya mah memang urusan Tuhan. tapi dugaan korupsinya ya tetap hrs diusut oleh negara.

dia mengurusi indonesia ya memang sudah tugasnya sebagai president. sebagai orang yg lebih tua ya memang hrs dihormati

suhartokecil said...

asik! sekarang saya boleh bunuhi orang sesuka hati dan korupsi sepuasnya! kan nanti kalau mati dimaafin!

Anang said...

@ mercuryfalling : yup... urusan korupsi pun harus dituntaskan.. tapi saya cuma mengajak pihak-pihak yang berteriak lantang, jangan hanya asal ikut-ikutan saja... biarlah yang berwajib membuktikan mana yang benar dan mana yang tidak benar... dan janganlah mendekatkan diri dengan yang namanya fitnah...

udin said...

wow..........

Herman Saksono said...

@anangku:

Yang sedang orang-orang lakukan (ketika berteriak lantang tentang kejahatan beliau) adalah fungsi kontrol rakyat terhadap pemerintah supaya kasus hukum Pak Harto tidak dimaklumi. Ini justru bagus, karena anda tahu sendiri betapa ignorant masyarakat kita pada umumnya.

Anda mestinya juga tahu sendiri bahwa fungsi kotnrol rakyat yang lemah menghasilkan pemerintahan orde baru yang terlalu lama.

Terimakasih karena telah mengingatkan teman2 untuk berkata bedasar fakta, tetapi mohon jangan gembosi semangat untuk membereskan Indonesia dengan tuduhan 'mendekati fitnah'. Kita tidak bisa sepenuhnya menyerahkan penyelesaian Pak Harto ke pemerintah, karena pemerintah harus terus dikontrol.

Anang said...

@ hermansaksono : iya mas memang merupakan sebuah kontrol, tapi harus ingat juga tujuan hidup kita sebagai manusia, lidah itu ibarat sebuah pisau... saya bukan berniat menggembosi. apa sih tujuan hidup kita? saya cuma ingin mengingatkan kepada banyak orang saja hehehe pergunakan lidah dengan baik dan sewajarnya emosi kadang melenakan kita jadi semua kembali lagi ke pribadi masing2 mas.. hehehehe lidah itu seperti pisau yang malah bisa membunuh diri sendiri, benar kata iklan operator seluler itu mulutmu harimaumu

Herman Saksono said...

Ketika ada tanda2 negara ini dijalankan dengan tidak beres (misalnya ada koruptor besar mau diberi gelar pahlawan), dan kita cuma duduk manis, itu kan justru mengingkari tujuan hidup kita sebagai manusia, bukan begitu Mas Anang? :)

Saya setuju kalau antar manusia kita harus saling memaafkan dan tidak sembarangan memfitnah, tetapi sebagai anggota negara yang besar ini, menurut saya permasalahnnya tidak sesederhana itu; karena tanggung jawab moral kita tidak cuma ke diri kita sendiri, tetapi juga ke jutaan manusia yang tinggal di Indonesia.

lionheart said...

innailahi wa innalilahi rojiun..
SELAMAT JALAN BAPAK PEMBANGUNAN...

Buat yang cuma bisa berteriak "adili soehrto!!!" buanglah sejenak kebencian itu...karna tiap manusia tidak luput dari salah, maka maafkanlah agar dia tenang...
Banyak yang cuma berani berkata & tidak memandang sisi baik orang lain.. tapi apakah anda berani maju berperang seperti pak harto jika negara kita kembali diserang?? bisakah ada jakarta yang sekarang kalau pak harto tidak ada??
jujur menurut saya...negara berkembang seperti kita masih perlu seseorang yang ditakuti & disegani..
sebagai mantan aktivis yang ikut menyuarakan reformasi...saya menyesal...karena sampai detik ini reformasi bagaikan sebuah wacana saja....lihat saja, demo dimana-mana, pertikaian karena SARA, indonesia yang mulai sering dilecehkan bangsa lain, bahkan rakyat kecil yang semakin menderita setelah reformasi disuarakan....apakah ini yang kita harapkan??


Selamat jalan pak harto...maaf jika warga negara tidak tahu diri yang kau perjuangkan ini malah mencacimu sampai akhir hayatmu

Miss Mimit said...

Fitnah?

Lihatlah sekeliling kita, KITA SANGAT MISKIN DAN BODOH.

Who I can blame for that?

Kita tidak harus asal memfitnah kalo kita sudah merasakan bahwa negara ini sangat mengenaskan karena perbuatan si tua yang barusan mati itu.

Please, read the history and the news before you argue.

Herman Saksono said...

Saya rasa pemahaman sejarah kebanyakan para sarjana kita memang sudah 'tercetak' sehingga bisa muncul komentar-komentar ignorant semacam "dulu tenang, sekarang demo dimana-mana!" dan "rakyat kecil tambah menderita setelah reformasi."

Dahulu demo harus memakai ijin yang rumit, sekarang bebas. Tujuan mereka pada umumnya mulia, mohon sekali lagi jangan digembosi.

Pada kenyataannya rakyat kecil memang akan menderita dengan ada atau tidaknya reformasi. Pada saat krismon, ekonomi Indonesia kolaps karena dibangun dengan sangat rapuh.

Perbedaannya, sekarang rakyat memiliki kontrol yang sebetulnya sangat kuat terhadap pemerintah, supaya pemerintah bekerja dengan baik dan bersih. Tanpa sebab yang jelas, hak ini jarang dipakai.

Jika kita sudah merasa turut mengulirkan reformasi, maka kita juga harus mengawasi reformasi itu sendiri.

an diana said...

selamat jalan, eyang kakung....aku secara pribadi udah maapin eyang kok..santai ajah di sana ya.....kalo gak betah, boleh balik lagi ke indonesia..xixixixixixxi....

BuL said...

No Body's perfect,
Nggak ada manusia yang sempurna, setidaknya sudah banyak yang Bapak berikan kepada bangsa ini dari pada orang-orang yang hanya pandai ngomong tapi tak pernah berbuat..

Biarkan orang menghujat, Insya Allah itu semakin meringankan langkahmu di akhirat nanti..

Slamat jalan Pak Terima Kasih atas pengabdian yang udah Bapak Berikan pada Ibu Pertiwi...

^^

yati said...

wakakakak....jadi terpancing buat comment!

maap2an...emang negara halal bi halal?
kita ga sekedar ngomong soal KKN bos! ini juga soal berapa ratus nyawa dibantai rezimnya? berapa puluh keluarga terceraiberai? nunggu aparat? woi, udah berapa kali presiden berganti sejak dia tumbang dan sampe sekarang ga ada perubahan apa2?
kalo ngomong soal pengadilan di akhirat, itu sih berarti pembicaraan selesai, bos!

harry said...

Islam mengizinkan membalas dendam dengan tindakan serupa & seimbang sebagai keadilan. Namun bila membalas dengan sikap yang lebih baik adalah yg disukai ALLAH...(Albaqorah 194)

Kesalahan Pak Harto terlihat karna beliau adalah Public figur...

Kita boleh berteriak korupsi jika kita tdk pernah korupsi...

apakah kita sadar betul dari kecil hingga kita dewasa kita tdk pernah korupsi...

korupsi bkn hanya uang...
Namun jg waktu...
korupsi Ibadah...
dan lain sebagainya...

apakah dari kecil kita tdk pernah berbohong kpd orang lain, jika ada uang lebih yg bkn milik kita...

apakah kita tdk pernah melewatkan waktu sholat dari kita kecil....

jgn menghujat orang lain...
bercerminlah...apakah diri kita tdk pernah melakukan kesalahan sedikit pun...


musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri...

ALLAH yg maha Tau apa yg telah diperbuat Almarhum...
Dan ALLAH lah yg paling berhak apa yg harus diperbuat atas ciptaannya

Apakah reformasi sudah membawa dampak yg positif bagi perekonomian bangsa...??


Selamat Jalan Pak Harto...
Terima kasih atas jasa2 mu...

zaq said...

Wah kalo baca komen2 di atas, kayaknya Indonesia masih jauh dari keunggulan dunia deh.

Sodara-sodara, betul memang kita harus memaafkan sesama, tapi kan tidak semua-mua urusan kita serahin kepadaNya. Kita harus berusaha menegakkan keadilan dunia dong. Ambil kata Anang nyolong ayam kamu, masa iya gue nasehatin kamu: biarlah Allah menghukumnya, kamu maafin deh si Anang? Negara hukum macem apa tuh?

Suharto itu banyak salahnya, mau tau apa aja? Baca dong.....baca yang banyak. Komentar kalian tuh nunjukin kalian seperti katak dalam tempurung.

Blog ini suka bikin gue sedih karena kepicikannya. Tapi blog ini juga memberi gambaran betapa rakyat Indonesia masih lekat dengan kebodohan.

Numpang tanya: Apa kalian juga penggemar sinetron Hikmah dan acara Mamamia? Sebuah hipotesa yang perlu dibuktikan.

Miss Mimit said...

@ Anang:
Urusan kesalahan sang bapak yang pernah diperbuat sudah pasti Sang Maha Segala yang juga Sang Maha Adil itu akan menjadi hakim sesungguhnya kelak di hari penghitungan amal...

Sekarang ambil contoh ya? Misalnya Ibumu dahulu pernah diperkosa lalu dibunuh oleh A, apakah kamu hanya akan duduk manis melihat si A mondar-mandir dengan bebas? Apakah kamu hanya akan tutup mulut dan tidak berbuat apa2 untuk menjebloskan si A ke pengadilan? Apakah kamu akan tetap mengatakan "Biarkanlah Allah yang membalasnya di sana"?

Kalo jawabanmu "Ya, saya akan memaafkan si A", berarti kamu tidak mencintai Ibumu, sama halnya kamu tidak mencintai Indonesia yang pernah dirusak Soeharto.

Kamu bisa menangkapnya tidak, Nang? Kalo tidak, repot juga nih.

Anonymous said...

maaf sekdar pendapat,

secara jujur saya merasakan pada saat sesorang itu baru saja pergi, yang eloknya bukan berbicara mengenai dosa2nya, tp lebihkan pada jasanya.

apa Pak Harto langsung tiada jasa pada indonesia?

pada yang masih mahu menuntut keadilan dipersilakan. tapi rasanya dari sibuk mengenang dosa2 orang lalu, sibuk mengeji dan mencari that SO CALLED JUSTICE... ada baiknya kita menginsafi dosa2nya dan diri kita sendiri tentang apa yang kita pernah lakukan untuk bangsa kita... wslm

reuben said...

memaafkan pak harto secara pribadi adalah hubungan vertikal antara tuhan dan manusia. ini sangat personal, saya tidak mencampuri hal-hal personal, dan hal personan memang tidak sepantasnya dipertontonkan seperti di tv dan komen2 di blog ini.

memaafkan beliau dalam konteks sebuah warga negara beda lagi, karena ini mengandung hubungan horisontal manusia dgn manusia lain.

walaupun pengadilan terakhir tetap hak prerogatif tuhan, tetapi manusia juga punya tanggung jawab moral untuk menegakkan keadilan di dunia.

memaafkan pak harto sbg warga negara berarti memaafkan pak harto telah membunuh ribuan orang, memenjara orang2 yang melawan dia, mencuri trilyunan uang milik rakyat, dan parah lagi memaafkan beliau telah membangun negara dengan sistem yang sangat kacau.

lihat betapa sangat tidak bertanggung jawab secara moral kepada korban-korbannya ketika kita memaafkannya. itu belum dampak poltis dan yuridis yang akan melunakkan hukuman bagi koruptor lain.

nb: kayaknya yang komen memaafkan pak harto cuma mengulang2 argumen yang sama.

Qazaqa said...

Bagi saya, orang-orang yang menganjurkan agar memaafkan Soeharto adalah orang-orang yang sok suci tapi sebenarnya berhati sangat kejam, mereka ingin kelihatan sok agamis tapi justru mendholimi ajaran agama itu sendiri karena mereka tidak memedulikan sesama yang mengalami kesengsaraan sebagai akibat dari pemerintahan Soeharto.

Sert said...

Nang,

bolehkah aku nulis di blog-mu mengenai mengapa harga tempe melonjak, mengapa petani tetap miskin, mengapa Jakarta jadi kota yang begini berengsek, mengapa banyak demo, mengapa banyak komentar yang begitu naif, dan semua itu karena Soeharto?

Herman Saksono said...
This comment has been removed by the author.
Anonymous said...

tidak berhak suharto menyandang gelar pahlawan.
apa yang dia bangun? dia hanya menghancurkan! meninggalkan hutang dan kesengsaraan bagi rakyat indonesia!!

sedotan limun said...

Hanya kepada allah lah tempat kita kembali,.teriring doa untuk keselamatan dan kemajuan bangsa, semoga negri ini dapat keluar dari dogma yg membelenggunya selama 32 thn,

Miss Mimit said...

AKHIRNYA BANYAK ORANG PINTAR YANG BERKOMENTAR DISINI!!!

Leganya...

Reuben, two thumbs up buat komen kamu.

jonsnorin said...

Selamat Jalan Pak...semoga arwahmu diterima disisi ASWT...dan terimakasih atas jasa2mu

deteksi said...

Kepada para penghujat Suharto, saat ini Anda memiliki kesempatan menjadikan Indonesia seperti yang Anda bayangkan. Suharto sudah mati, gak akan ada yang menghalangi langkah Anda lagi.. Ayo silakan maju ke pentas, memimpin bangsa ini.. Berani? Kalo ngomong doang mah banyak yang bisa!!!!

Himam said...

Selamat jalan pahlawanku, semoga segala amal dan ibadahnya diterima disisi-Nya. Amin. Do'a orang Indonesia selalumenyertaimu!

Regard

http://imam-nur-satibin.blogspot.com

pAquin said...

Ngomong itu aksi mas.

Mengontrol negara tidak perlu menjadi dewan atau presiden, cukup bersikap kritis dan berani melontarkan pendapat. Dan yang penting tidak menumpulkan pikiran.

Sekarang ini deteksi justru meremehkan orang2 yang berusaha mengontrol negara ini.

Itu satu alasan kenapa negara kita tidak pernah ke mana-mana.

Miss Mimit said...

@ deteksi:

Kita memiliki negara ini, kita berhak berpendapat. Berpendapat tidak sama dengan "ngomong doang" seperti yang Anda tulis.

Negara kita sangat miskin, bodoh, dan terbelakang. Pantaskah kita untuk diam saja dan menyerahkan semua permasalahan itu kepada pemimpin? TIDAK.

Pemimpin kita justru harus kita kontrol. Tidak kita diamkan saja dan menurut kepada mereka.

Kita tidak harus terjun langsung pada pemerintahan kalo kita ingin mengubah negara ini. Walaupun saya masih mahasiswa, namun hak dan kewajiban saya untuk mengkritisi pemerintahan negara ini. Kalo saya harus menjadi pemimpin dahulu untuk mengubah negara ini, berarti negara ini hanya milik sang pemimpin.

Mengertikah Anda?

Anonymous said...

Inilah pentingnya bersikap kritis:

Prestasi Pak Harto yang kalian agung-agungkan itu dilakukan dengan cara-cara yang melanggar hak asasi manusia.

Kalau deteksi mah cuma bisa 'menggembosi' orang kritis.


(sori mon aku pinjam istilahmu hihihihi)

Anang said...

Saya rasa semua orang yang tak tersulut emosi bisa membaca kalimat ini dengan pikiran jernih....

Marilah kita jauhkan diri dari yang namanya fitnah. Kalau tidak punya cukup bukti yang kuat, janganlah sok ikut-ikutan berteriak lantang, karena itu adalah jalan menuju sebuah fitnah. Karena bagaimanapun juga fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.

Siapa yang dimaksud dari kalimat tersebut? Kita.. Kita siapa..? Kita yang tak punya bukti kuat, yang hanya meraba-raba, dan cuma bermodal ikut-ikutan melampiaskan emosi saja.. Jadi siapa yang hendak menggembosi semangat kontrol kalian terhadap penguasa dengan kata fitnah?? Lantas kenapa anda takut dengan sebuah kata fitnah kalau anda merasa benar?? Bukankah ada pepatah bilang, berani karena benar!!

Yah, kalau merasa punya bukti kuat dan meyakinkan ya silahkan berteriak lantang demi sebuah nama, keadilan.... Dan dalam hidup selalu ada resiko terhadap segala yang kita lakukan, itu wajar...

BuL said...

Ngomong emang enak, karena mulut-mulut gue!, Kalo dilanjutkan akan cuma jadi Debat Kusir Tiada Akhir..

chabot said...

selamat jalan opa ku....
hikz...hikz....
Kesabaran, ketenanga,dan senyummu dlm menghadapi masalah jadi contoh buat kami...
biarlah setiap fitnah dan caci maki yang ditujukan dari org2 yang tidak tahu berterima kasih atas jasa2mu menjadikan Indonesian utk menjadi lebih baik dlm memilih pemimpin bangsa....
I LOVE U OPA

Herman Saksono said...

Jaman sekarang kok minta bukti to Mas Anang?

Baca di koran, ada banyak.

leksa said...

kalo bicara maaf , itu sangat personal... apa mungkin maksakan korban Perang GAM dulu maafkan Soeharto? Para janda2 yang suami nya diculik jaman penumpasan PKI? para keluarga aktivis2 yang hilang?
itu sangat personal Bos bos semua.. bukan malah dijadikan opini dan ajakan bersama.. terserah masing2 mereka...

Berbeda dengah hukum yang adalah sama bagi semua warga dinegara "taat hukum" ini.. Hukum hadir untuk menciptakan keadilan bersama... Bukan malah menjadi sebuah ranah personal..

Coba pertimbangkan itu...

@herman Saksono: Bukti memang bersebearan dimana2.. yang sampai saat ini semua ditulis dari sudut pandang berbeda.. disini gunanya sebuah sistem hukum menemukan titik temu...
Mengharapkan maaf dari bukti2 "sementara" itu juga patut dimaafkan..
mengharapkan keadilan dari bukti2 mentah juga tidak adil ...

deteksi said...

saya menjadi sependapat dengan mimit, bahwa indonesia masih sangat bodoh. terbukti dari pemaksaan pendapat beberapa komentator. orang yang tidak sependapat dikatakan bodoh. yang sependapat dianggap pinter.

sodara-sodara... salah satu ciri utama orang bodoh adalah menganggap dirinya paling pintar!

kalo seperti ini terus, kapan indonesia maju?

ruler said...

orang yang merasa tersinggung karna dibilang bodoh adalah bukti kalau mereka memang bodoh....

rezim pak harto diberlakukan pada orang2 yang dianggapnya dapat merusak stabilitas indonesia....alasan kenapa indo disegani dulu karna konflik internal jarang terjadi....
terima kasih reformasi..karna kau semakin banyak rakyat kecil menderita, semakin sering bangsaku dilecehkan negara lain, dan semakin banyak pula orang awam yang merasa bisa mengontrol dan mengawasi pemerintah dengan pengetahuannya yang dangkal .........
benar benar dunia sudah mau kiamat..orang orang berjasa & berilmu seperti pak harto, habibie,bung tomo...di anggap rendah..
sedangkan provokator publik, serta orang yang cuma berlindung di balik nama besar ayahnya malah diagung agungkan....

jadi apa orang2 yang salah menilai seperti itu bisa mengawasi pemerintahan??? picik sekali....

budi said...

siapa diantara kalian yang mengibarkan bendera setengah tiang ?

siapa diantara kalian yang mengibarkan bendera sampai ujung tiang ?

siapa diantara kalian yang tidak Memasang bendera ?

Miss Mimit said...
This comment has been removed by the author.
Miss Mimit said...

@ ruler:
rezim pak harto diberlakukan pada orang2 yang dianggapnya dapat merusak stabilitas indonesia....alasan kenapa indo disegani dulu karna konflik internal jarang terjadi....
Peka kah Anda, bahwa dahulu negara ini dipimpin oleh penguasa yang diktator bernama Soeharto? Apa salah satu ciri negara yang dipimpin oleh seorang diktator? TIDAK ADANYA KEBEBASAN PERS.

Jangan percaya berita jaman dahulu. Berita2 yang biasa saja dilebih2kan dan berita yang buruk ditutup2i. Saya tahu karena saya membaca berita saat ini yang mulai berani mengutarakan apa yang sebenarnya terjadi jaman dahulu.

Jangan terlalu terbuai masa lalu yang belum tentu benar adanya. Itu sama saja Anda terbodohi.

benar benar dunia sudah mau kiamat..orang orang berjasa & berilmu seperti pak harto, habibie,bung tomo...di anggap rendah..
Tidak usah berlebihan. Dunia ini sudah sejelek ini dari dulu. Bukan berarti sudah mau kiamat. Dan jangan anggap suatu jasa yang hanya sebutir pasir dapat mengalahkan segala kesalahannya jaman dahulu, khususnya bagi Soeharto.

dan semakin banyak pula orang awam yang merasa bisa mengontrol dan mengawasi pemerintah dengan pengetahuannya yang dangkal .........
Bukan suatu kesalahan apabila orang awam ingin mengontrol negaranya. Itu hak dan kewajibannya. Negara ini bukan milik pemerintah Mas. Ini milik bersama. Tidak masalah kita dangkal atau pintar, yang penting kita ingin memberikan pendapat kita untuk mengontrol pemerintah. Asalkan dengan cara yang baik, saya rasa itu bukan sesuatu yang merugikan negara ini.

reuben said...

saya setuju kalau yang dilakukan pak harto, adalah demi stabilitas dan kekuatan ekonomi. itu tujuan yang baik, tapi kalau kita perhatikan cara yang dia tempuh tidak baik.

jika kita memperhatikan catatan sejarah, dia melakukannya dengan cara yang sangat keji. Banyak diantaranya adalah pelanggaran HAM yang serius. Ini tidak semacam pelanggaran kelas teri seperti yang sedang dituduhkan kepada beberapa tokoh nasional, tapi sebuah pelanggaran yang secara sengaja menyisihkan dan membunuh para penentangnya.

apakah sesulit itu bersimpati
kepada korban-korban pak harto?

Anonymous said...

salut untuk ruben, herman saksono dan lain2 yang berkomentar cerdas.

benar-benar mengherankan sekali bahwa masih ada manusia indonesia selevel mahasiswa masih berpikir bahwa jaman suharto berkuasa hidup lebih nyaman, apakah sadar bahwa semua itu hanya semu semata? dan setelah suharto ditumbangkan kita justru makin terpuruk? tahukah kau wahai kawan bahwa bangsa kita ini justru sedang menuju ke kemajuan dengan terus belajar dan belajar. dan kesempatan belajar itu justru kita dapatkan setelah kita berhasil menumbangkan suharto!!

boymuh said...

http://anangku.blogspot.com/2008/01/soeharto-meninggal-dunia.html

Assalamu'alaikum ww,

Selama Bapak Soeharto kritis hingga saat-saat terakhir beliau baik dari kalangan pemerintah, mantan pejabat, dan dari kalangan umum banyak yang memanjatkan do'a semoga Soeharto diberi kesembuhan oleh Allah SWT.

Hingga sepeninggal beliau tidak putus-putusnya orang-orang mendoakan semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa almarhum dan diberlakukannya 7 hari berkabung utk menghormati jasa-jasa beliau selama ini.

Sangat kontras sekali dengan perlakuan pemerintah pada waktu itu terhadap Soekarno yang pada masa itu sedang kritis. Padahal kalau kita melihat sebelumnya bagaimana kepemimpinan Soeharto yang banyak melakukan pelanggaran HAM, KKN, kerusakan dll terhadap bangsa indonesia. Pertanyaan dari saya:

1. Bagaimana seharusnya kita sebagai umat Muslim bersikap terhadap hal ini?Apakah kita ataupun orang-orang yang pernah mendapat perlakuan dzalim dari beliau juga mesti ikut mendoakan almarhum semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan beliau? Bagaimana hukumnya?

2. Apakah anak, cucu dan kroni-kroninya bertanggung jawab penuh terhadap akibat yang telah ditimbulkan semasa kepemimpinan beliau?

3. Bagaimana dengan generasi berikutnya supaya tidak mendapatkan pemahaman yang keliru mengenai "Tidak apa-apa kok berbuat dzalim, toh nantinya akan banyak yang mendoakan kita"

Jazakillah Khoir untuk semua jawaban Ustadz terhadap semua pertanyaan dari saya.

Wassalamu'alaikum ww.

Sesha

Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Urusan memafkan kesalahan orang, ajaran Islam memang sangat menganjurkannya. Akan tetapi keadilan tetap harus ditegakkan selama di dunia ini. Kalau memang Pak Harto bersalah, buktikanlah secara hukum bahwa dia memang bersalah. Setelah itu kalau mau dimaafkan, tinggal memafkannya saja.

Mendoakan jenazah yang meninggal dunia, seberapa pun kesalahannya di dunia ini, tetap hukumnya fardhu kifayah. Maka tidak salah kalau ada umat Islam yang menshalatkan jenazahnya atau memintakan ampunan atas dosanya. Tanpa harus memandang kesalahannya. Toh beliau juga bukan orang kafir yang haram dimintakan ampunan.

Yang haram didoakan adalah jenazah Muso atau Pramudya Ananta Toer yang jelas-jelas kafir tak bertuhan. Juga haram kita mendoakan guru besar mereka seperti Charles Darwin, Karl Marx, Lenin, Stalin, Hitler atau Musolini. Juga haram kita mendokan tokoh kemanusiaan karena mereka tetap saja kafir, seperti Bunda Theresa atau Gandhi. Tempat mereka semua di dalam neraka dan kekal abadi selamanya. Karena tidak pernah mengakui Tidak Ada Tuhan selain Allah dan ingkar pada kenabian Muhammad SAW.

2. Semua putera dan puterisebagai ahli waris tentu saja sangat bertanggung-jawab atas harta milik orang tua mereka. Kalau ada hutang yang belum terbayar, atau ada harta haram yang dimakan, maka mereka harus ikut bertanggung-jawab, setidaknya harus mengembalikannya dengan utuh.

Namun tentu saja tidak semua kesalahan seseorang bisa dilimpahkan kepada ahli waris. Karena pada prinsipnya setiap orang bertanggung-jawab masing-masing atas perbuatannya.

Jadi kalau pun misalnya masih ada dosa yang belum diganjar di dunia ini, tenang saja, toh masih ada pengadilan hari akhir nanti. Siapa pun tidak akan lolos dari para malaikat penyidik.

3. Kedzhaliman Pak Harto sayangnya belum pernah dibuktikan lewat jalur pengadilan, kecuali masih merupakan opini para musuh ideologisnya. Demikian juga dengan kesalahan-kesalahannya dalam masalah keuangan negara, belum pernah ditetapkan lewat jalur hukum. Sehingga pelajaran yang bisa kita sampaikan kepada anak cucu, bahwa jadi pemimpin itu seharusnya bersih sebersih-bersihnya, agar tidak ada gugatan apapun sepeninggalnya.

Walau pun Pak Harto meninggal dielu-elukan orang banyak, tapi kita tetap masih mendengar orang yang tetap ingin Pak Harto bersalah.

Bung Karno dan Pak Harto

Agak sedikit berbeda kasus Bung Karno dengan Pak Harto dalam masalah akhir hayat masing-masing. Dan ini adalah fenomena yang cukup menarik untuk diamati.

Meski pernah menjadi idola bangsa ini dengan kekuatan kharisma di dirinya, namun kematian Bung Karno boleh dibilang sangat sederhana. Berbeda dengan kematian Soeharto, yang tanpa diduga, terasa lebih mengesankan. Dan kami kira bukan dibuat-buat, karena nampaknya pers terutama siaran langsung di TV spontan ikut membawakan perasaan haru. Dan itu dirasakan oleh berjuta pemirsa TV di negeri ini sejak Ahad hingga Senin, akhir Januari tahun 2008 ini.

Koran nasional juga rela menghabis halaman-halamannya untuk peristiwa pemakaman jenazah Pak Harto.

Tentu ada beberapa analisa menarik yang mungkin bisa menjadi faktor, meski belum tentu semua pihak sepakat.

Musuh Yang Memaafkan

Bung Karno, sebagaimana para tokoh politik lainnya, pasti pernah punya kawan dan lawan. Demikian juga dengan Pak Harto. Dalam hal ini, umat Islam pernah jadi musuh keduanya, atau mungkin lebih tepatnya, pernah dimusuhi oleh keduanya.

Kelemahan Bung Karno

'Dosa' Bung Karno kepada umat Islam -kalau boleh disebut demikian- adalah mendukung komunisme. Sebuah ideologi yang jelas-jelas bertentangan dengan agama Islam, dus otomatis bertentangan dengan ideologi bangsanya sendiri.

Padahal komunis terbukti telah merenggut 42 juta nyawa manusia, sejak revolusi Bolsevic hingga masa kekuasaan Stalin di Sovyet. Ideologi sosialis yang bertentangan dengan fitrah manusia itu justu diajarkan oleh presiden pertama RI itu.

Ditambah lagi, di akhir masa kekuasaannya, Bung Karno yang awalnya amat menarik, simpatik dan berwibawa, telah berubah menjadi diktator dan sewenang-wenang. Harga-harga menjadi melambung tinggi, rakyat hidup dengan sangat kesusahan, tidak bisa lagi termakan dengan pidato berapi-api seperti masa sebelumnya.

Meski dirinya bersih dari tuduhan korupsi, namun kegagalan di bidang ekonomi ini turut mempercepat runtuhnya kekusaan Bung Karno.

Pak Harto dan Umat Islam

Selama 32 tahun Pak Harto menjadi orang nomor satu di negeri ini, boleh kita bagi menjadi dua fase. Fase pertama, sejak awal masa kepemimpinan hingga akhir tahun 80-an. Fase kedua, sejak akhir tahun 80-an hingga lengser di tahun 1998.

Fase Pertama: Represif terhadap Islam

Ciri khas hubungan Pak Harto dengan umat Islam di Fase awal memang agak kurang baik. Isu DI/TII dan NII sangat mencuat, demikian juga dengan PRRI Permesta, di mana begitu banyak ulama dan tokoh Islam ditangkapi. Pengajian-pengajian disusupi intel, masjid-masjid diawasi. Puncaknya terjadi pada pembantaian di Tanjung Priok tahun 1984 yang menelan ratusan nyawa yang hingga kini masih menjadi misteri.

Pak Harto juga telah melakukan depolitisasi umat Islam dengan memberangus kekuatan beberapa partai Islam menjadi satu partai saja yang tidak pernah menang dan selalu mengamini kehendak politiknya. Kemudian semua partai politik diwajibkan berasas tunggal Pancasila, bahkan termasuk semua ormas, yayasan dan semua organisasi harus berasas tunggal.

PAk Harto juga punya dosa politik terhadap lawan-lawannya yang tergabung dalam Petisi 50. AM Fatwa adalah salah satu lawan politik yang pernah merasakan hotel prodeo di masa kerenggangan Pak Harto dengan umat Islam.

Selain itu, orang-orang di lingkar terdalam Pak Harto adalah orang-orang Kristen. Benny Moerdani, Sudomo (sebelum masuk Islam), Panggabean dan seterusnya, adalah nama-nama tokoh pejabat dengan kekuatan salib yang secara intens membangun akses ke pusat kekuasaan.

Dalam catatan sejarah ulama, pernah Pak Harto 'memecat' Buya Hamka yang saat itu menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia. Pasalnya, MUI mengeluarkan fatwa haramnya natal bersama. Buya Hamka lebih memilih mundur dari jabatan ketua MUI dari pada menghalalkan natal bersama yang merusak aqidah.

Pak Harto sendiri banyak disebut-sebut saat itu sebagai penganut paham kejawen. Setidaknya di TVRI muncul acara mimbar agama dan kepercayaan, sesuatu yang menghina dan melecehkan aqidah umat Islam.

Untuk menguatkan kekuasaannya, Pak Harto menggunakan Pancasila sebagai benteng pertahanan. Maka dibuatlah BP7 dan program penataran P4 di semua lini, mulia anak sekolah, pegawai negeri dan yang lainnya, harus ikut penataran P4. Bahkan Pak Harto juga membuat 36 butir Pancasila, yang tidak pernah dibuat sebelumnya. Intinya, semua dikemas untuk mempertahankan kekuasaan rezimnya.

Dan yang paling menjadi masalah bahkan sampai akhir hidup Pak Harto adalah tuduhan KKNpada diri dan keluarganya, sesuatu yang hanya dituduhkan tapi entah bagaimana justru tidak pernah diproses secara hukum. Konon ada yang bilang, kalau dibongkar korupsinya, yang akan ikut terbukti korupsinya adalah orang-orang yang menjabat di pemerintahan setelah pemerintahan Pak Harto. Entah mana yang benar.

Fase Kedua Kekuasaan Pak Harto: Kemesraan dengan Umat Islam

Fase kedua dari masa kekuasaan Pak Harto sungguh menarik untuk diamati. Karena keadaan jadi berbalik 180 derajat. Konon, ada semacam kudeta dari kalangan Kristen yang ada di lingkar terdalam di tahun 1988. Akhirnya Leonardus Benny Moerdani dipecat. Dan itu menandakan berakhirnya kemesraan Pak Harto dengan kalangan Kristen dan semakin dekat hubungannya dengan umat Islam.

Tidak diduga-duga sebelumnya, tiba-tiba tahun 1991 Pak Harto pergi haji ke baitullah. Isterinya, Tien, juga diajak juga, padahal selama ini orang banyak bertanya, apa agama beliau. Tapi dengan pergi haji bahkan sempat masuk ke dalam ka'bah, jelaslah sudah keberpihakan keduanya kepada umat Islam. Bahkan namanya pun mendapat tambahan menjadi Haji 'Muhammad' Soeharto.

Di tahun yang sama Pak Harto juga membuat gebrakan yang cukup mengejutkan dengan berdirinya sebuah bank syariah pertama, Bank Muamalat. Sebelum boleh dibilang mustahil ada sebuah institusi keuangan yang berasaskan syariah.

Pak Harto kemudian mendekati kalangan ilmuwan muslim dan mendirikan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Meski awalnya ada pihak yang curiga, tapi ternyata ormas ini justru dijejali oleh para cendekiawan muslim dan menjadi anak tangga menuju istana dan jabatan politis lainnya mewakili kalangan muslim. Dan Habibie adalah ketua umumnya yang banyak berperan dalam proses semakin mesranya Pak Harto dengan Umat Islam.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, sebuah perhelatan akbar pun digelar di Masjid Istiqlal berjudul Festival Istiqlal. Tentu ini menambah simpati umat Islam kepada sosok keIslaman Pak Harto.

Tidak berhenti di situ saja, dengan menggunakan nama isterinya, Tien, Pak Harto juga mendirikan masjid megah untuk ukuran zaman itu di depan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yaitu masjid At-Tin yang hingga kini operasionalnya masih didanai dari Cendana.

Saat itu, umat Islam di Bosnia sedang mengalami cleansing etnic. Bersama dengan simpati ratusan juta umat Islam di Indonesia, Pak Harta terbang ke Bosnia menyampaikan simpati dan dukungan serta membangun sebuah masjid dengan nama dirinya di sana.

Padahal Pak Harto sudah di peringatkan oleh Sekjen PBB waktu itu untuk tidak berkunjung ke sana, karena situasinya di Bosniasangat berbahaya, sekjen PBB juga menyatakan tidak bertanggung-jawab jika terjadi sesuatuyangtidak di inginkan terhadap Pak Hato tetapi Pak harto tidak peduli.

Bahkan menurut sebuah sumber, Pak Harto berkatakepada ajudan danpengawal, termasuk Pak SBY yang waktu itu masih pengawal atau menjadi tameng hidup Pak Harto saat di Bosnia, "Aku ingin mati di sana (Bosnia )."

Ini boleh dibilang fenomenal, karena pemimin negeri Arab sekalipun, tidak ada yang melakukannya.

Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila juga aktif mendirikan masjid di berbagai pelosok Indonesia, meski harus memotong gaji pegawai negeri.

Jadi boleh disimpulkan bahwa Pak Harto nyaris tidak punya musuh dari kalangan muslim, kecuali beberapa gelintir saja. Bahkan seorang AM Fatwa yang pernah disiksa di masa lalu, secara legowo memaafkan dan menghormati seorang Pak Harto.

Siapa Musuh Ideologis Pak Harto?

Kalau pun Pak Harto punya musuh secara ideologis, barangkali para aktifits PKI dan organisasi yang menudukung ideologinya. Sebab memang Pak Harto lah yang menghabisi PKI di negeri ini. Bahkan sampai anak cucu dan keturunannya.

Selain itu yang termasuk pernah dilibas oleh PAk Harto adalahkalangan Kristen yang dulu sempat secara intens membangun akses ke pusat kekuasaan, lalu kemudian ditinggalkan.

Dan ditambah lagi adalah kekuatan asing, dalam hal ini Amerika Serikat, yang punya loby yahudi yang kuat. Sebab jelas sekali ketika Pak Harto mulai mesra dengan umat Islam, pihak CIA dan USA termasuk yang sangat menentang. Apalagi kemudian Habibie yang dikenal dekat dengan Islam menjadi wakil presiden.

Amien Rais sendiri yang mengatakan dalam kesempatan orasi di halaman masjid Agung Al-Azhar beberapa hari setelah lengsernya Pak Harto, bahwa turunnya penguasa rezim Orde Baru ini sangat ditentukan oleh sambungan telepon dari Gedung Putih. Saat itu, menurut Amien, Menlu USA Madeline Albright's mewakili pemerintahnyameminta Pak Harto lengser, "Mr Soeharto, please resign, please step down."

Pak Harto: Presiden Terbaik?

Hari ini di Republika ada tulisan bahwa ada sebuah survey digelar untuk membandingkan prestasi kerja orang-orang yang pernah menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia. Ternyata penelitian itu menyebutkan bahwa Pak Harto nomor satu (37, 4%), sedangkannomor dua baru Bung Karno (28, 4%), yang lain tempatnya di bawah mereka berdua.

Seorang ibu yang ikut melambaikan tangan mengiringi jenazah Pak Harto, diwawancarai sebuah stasiun TV tentang mengapa dia melakukan itu. Jawabnya spontan dan mengejutkan, "Di masa Pak Harto harga-harga murah, tidak ada antrian minyak tanah, pokoknya rakyat makmur."

Dua hal di atas tentu tidak bisa dijadilan legitimasi bahwa memang benar Pak Harto adalah yang terbaik jika dibandingkan dengan semua presiden yang ada.

Tapi bahwa keempat presiden sesudahnya belum seberhasil Pak Harto memakmurkan rakyat, jelas bisa dirasakan sampai sekarang. Mungkin keempat Presiden setelahnya boleh punya sejuta alasan, tapi buat rakyat, yang mereka tahu harga harus murah, rakyat harus makmur sekarang juga.

Itulah barangkali yang membuat sosok Pak Harto malah seolah jadi pahlawan dan orang yang sangat berjasa buat negeri ini. Sebuah perumpamaan pernah disampaikan oleh seorang ustadz tentang kisah pencuri kain kafan mayit.

Dikisahkan penduduk suatu desa geger karena diketahui ada pencuri kain kafan mayit di kuburan desa. Itu terlihat dari masih ada bekas sisa tanah yang digali di sekitar kuburan yang dicuri kain kafannya. Orang-orang di desa itu mengeluarkan sumpah serapah, "Dasar maling, sungguh keterlaluan, masak kain kafan mayit di kuburan masih dicuri juga."

Besoknya, desa geger lagi, kali ini lebih heboh. Pasalnya, ada lagi pencuri lain yang mencurikain kafan di kuburan, dan lebih nekat. Sudah kain kafannya dicuri, eh mayatnya ditelantarkan begitu saja telanjang bulat di samping kuburannya, tidak dipendam lagi. Maka sumpah serapah muncul lagi dari penduduk desa, kali in bunyinya beda, "Wah, kalau begini caranya, mendingan maling yang kemarin dong."

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

xman said...

anda kira soekarno tuh bersih?????
anda tau knapa saat era megawati semua buku2 sejarah ditarik???
waktu itu dijelaskan kalau pembunuhan para jendral oleh PKI di perintahkan oleh soekarno yg dibenasrkan oleh jendral sudirman...pancasila kita yang dibuat bung karno slain sila 3 "dikopi" dari 4 straktat yahudi...baca sejarah sebelum bicara...

Dafferianto said...

Dapet link blog ini dari temen.

Apa nganggap suatu pandangan paling bener itu juga perbuatan yg bener, sementara pandangan2 lain juga klaim paling bener?

Eh, denger2 Jakarta banjir lagi yak? Tapi kok pada lebih seneng ngomongin orang yg udah ga ada daripada ngomongin penanggulangan banjir sih? Tahun lalu banjir, tahun ini banjir. Kalo ga ditanggulangin, tahun depan banjir lagi deh....
Banjir kok jadi tradisi :D

Gruß aus Bonn,
Dafferianto

vicky said...

sungguh sedih melihat kata maaf yang meluncur justru dari mulut orang2 yang tidak merasakan penderitaan itu sendiri..
wahai para pendukung soeharto..sulitkah bagi anda untuk meluangkan waktu membaca kasus pembunuhan dan pemenjaraan massal 1965, kejahatan terhadap kelompok Islam pada peristiwa Tanjung Priok dan Talangsari, penembakan mahasiswa serta penghilangan dan penculikan aktifis pro demokrasi 1997-1998?
sangat sulitkah untuk bersimpati kepada 2-3 juta rakyat indonesia yang dibunuh orde baru dari tahun 1965-1998 (data dari KONTRAS) hanya karena persoalan politik, karena mereka menjadi org yg kritis...
kalian bilang orang yang menghujat (baca: menuntut keadilan dari) soeharto jangan asal bicara, justru kamilah yang ingin berkata seperti itu kepada kalian.
sadarkah kalian bahwa kalian telah mengagumi dan mengagung-agungkan orang yang telah melakukan PEMBANTAIAN terhadap jutaan orang dalam kasus2 yg telah saya sebutkan di atas?
memaafkan soeharto adalah bukti PEMBENARAN terhadap pembunuhan rakyat tidak bersalah, perampasan tanah rakyat (kedung ombo), matinya
kehidupan demokrasi selama 32 tahun, penculikan aktivis mahasiswa, dan kejahatan kemanusiaan lainnya.
apakah senyuman "The Smiling General" sebegitu melumpuhkan penglihatan kalian terhadap fakta yang ada? pernahkah kalian mencoba mengetahui mengapa kami mencoba "berteriak" seperti ini? cobalah luangkan waktu anda untuk membaca KONTRAS..
jangan sebut kami bicara fitnah ketika fakta itu ada dimana-mana dan justru malah kalian lah yang menutup mata atas fakta itu. upaya mengungkap kebenaran dan mengadili pelaku kejahatan bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi juga merupakan syarat perbaikan suatu bangsa.

dinautami said...

Kenapa pertanyaanya jadi memaafkan/tidak memaafkan?

Jadinya seperti kita yang bertanggung jawab untuk memaafkan.

Padahal menurut saya seharusnya Hukum yang bertanggung jawab untuk membuktikan

Ndak mungkin orang teriak lantang tanpa bukti mas, paling ndak mereka teriak berdasarkan bukti2 yang diyakininya, bisa dari cerita2 korban yang pernah didengarnya, liputan media, dll

Apakah bukti itu cukup? itu tugasnya penegak Hukum. Walopun kita berkewajiban memaafkan, tapi Allah juga memahami kebutuhan kita atas keadilan lhoo..makanya ada hukum Qisos, untuk yang membutuhkan keadilan di dunia.

Maka saya sangat mendukung klo kasus ini diusut tuntas..

eRQee said...

menurutku sih jangan terlalu menjustifikasi kesalahan-kesalahan orang yg *belum terbukti*. Klo cuman praduga, itu masih blom mbukti-in apa2. Di akhir2 masa Orde Baru perekonomian kita langsung collapse *terjun bebas* itu jg bukan CUMAN kesalahan Soeharto doank, itu kesalahan kita semua sebagai 1 bangsa.

Kenapa sampe sekarang kita sulit bangkit kembali ke kejayaan ekonomi, coba? Udah 10 tahun loo.. Karena kita CUMAN meributkan dan SALING MENYALAHKAN siapa yg harus bertanggung jawab atas “keterpurukan kita”.

Bapaknya Bruce Wayne pernah bertitah, “untuk apa kita jatuh? supaya belajar bangkit”. Yupe! Bangkit! Bukan dengan saling menjatuhkan. Kapan bangkitnya klo trus-trusan dijatohkan sama sodara ndiri? Pemerintahan blom delivery progress pembangunan yg memuaskan, dituntut-didemo harus mundur. Tapi tak pernah ada solusi, siapa yg lebih layak utk menggantikannya. Pokoke asal mundur doank udah cukup…

*negara yang aneh kita ini yak?

owya, berikut pendapat ku yg ku-posting di blog ku bbrp hari *sebelum* soeharto meninggal…
http://www.software-arsitek.web.id/2008/01/soeharto-sishiyo-makoto.html

Anonymous said...

InnaliLLAHI wa inna iLLiahi raji'un,

Semoga ALLAH memberikan tempat yang sesuai dan adil sesuai dengan amal dan perbuatannya didunia.
Soal kasusnya didunia, ane rasa itu sebagian besar karena ulah keluarga dan kroni2nya. Cuma beliau aja yang jadi kambing hitam. WaLLAHu 'alam bi shahwab. Semoga yang benar akan datang, dan yang bathil akan terungkap dan hancur. Aamiin.

boyz said...

weleh... weleh...
bapak-2 ibu-2 apa gak ada yg eling to!
sing penting skrng bgmn menjd bangsa yg besar, bukan otak atik si anu besar? si anu kecil? he he.. yg besar apanya?
sudahlah, wong sdh gak ada malah dihujat dan dipuja. soal-e ngehujatnya sama mujanya keterlaluan!
gini aja....
kita serahkan kepada negara, biar negara yg ngurus. dgn begitu kt jd punya tolok ukur utk menilai pemerintah, pemimpinnya bakal jd besar nggak?! kalau mencla-mncle cpt kita koreksi, dgn bgt kita bs berusaha secara nyata melahirkan pemimpin besar yg sesungguhnya di Indonesia.
Lha wong yg dikritiknya sdh mangkat... trus piye? sampeyan ngomong bagus tetep begitu ngomong jelek jg ya tetep begitu. gak mungkin trus tiba2 bangun & memperbaiki diri.
tapi filosofinya adalah
kita harus jd bangsa yang dihormati dan disegani di atas bumi ini. jd tidak etis kelihatannya kita bertengkar trus yg diluar ketawa ketiwi nontonin kita.
kita ini ditonton lho. lha wong kita semua ada dalam lukisan yang berjudul Indonesia dan berbingkai NKRI. kalau mau bijak, keluar dulu dari lukisannya baru nonton terus masuk lagi.... pasti deh mukanya merah, MALU!!!!

Anonymous said...

maaf saya ada saran kepada semua reformis sejati...sekarang waktunya untuk anda semua berfikir untuk Indonesia.jangan hilang ide karena "bahan gosipannya" dah ninggal.suharto sudah wafat berarti gk ada halangan lagi khan...?

Rakhmat Adinugroho said...

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un

Indonesia Today said...

Anak cucu kita harus tahu dan mengenal pak Harto. Dibutuhkan kebijaksanaan tinggi untuk penulisan tentang Pak Harto dalam buku sejarah...

Anonymous said...

bapak sampai skarang jasamu gk akan kulupakan smpai driku menyusulmu di sana...............

by said...

BY GOOGLE,
AH........,
semua coment diatas terlalu terpengaruh sm orang2 yg bermain politik,klu kalian semua merasa pintar jgn terlalu percaya sm suara2 sumbang,contoh 1 aja " katanya pak harto pny simpanan harta bawah tanah kenyataan nya sampai skrng tdk ada buktinya "
Dan satu lg bnyk kalangan yg mencaci pak harto itu merupakan sosok orang iri dan warga indonesia terlalu menelan perkataan itu dgn mentah2,
klu kt sbg rakyat indonesia yg pandai cb kt tanya rakyat2 kecil ,
sebagian besar rakyat kecil mengatakan zaman pak harto lebh tenang, harga murah, negara disegani bangsa lain, tidak sprti sekarang banyak perpecahan didalam dan diluar,
sebagai bukti zaman skrng telah ada pulau yg keluar dr negara ini,
memang kt wajib koreksi pemerintah tp kt hrs kontrol jgn seenaknya sendiri slh satu contoh waktu demo presiden SBY dikasih gambar yg tdk enak di pandang hal itu menceerminkan klu kt krng bs menghargai orang lain , klu kt aja seperti itu bagaimana dgn negara lain seperti malaisya, contoh ke 2
zaman pak harto tdk ada pertikaian antar agama muslim klu skrng lhat aja sendiri,krn semua warga menganggap dirinya yg paling pintar, benar,,,,,,,,,,,,,,,,,,

sementara cukup disini aja coment saya

Anonymous said...

Dalam sejarah dunia, ada kemiripan karakteristik sejarah pergeseran kekuasaan Indonesia dengan sejarah pergeseran kekuasaan dalam kekhalifahan Khulafaur Rasyidin yaitu Ali bin Abi Thalib versus Muawiyah bin ABu Sofyan...

Menurut saya Soeharto itu berkarakter seperti Muawiyah bin Abu Sofyan (anak Hindun yang merobek hati paman Nabi) dan SOekarno adalah Ali bin Abi Thalib... begitu berhasil merebut kekuasaan dengan cara seakan2 konstitusi dengan peristiwa Tahkim, maka jatuhlah Khalifah (Presiden) ALi bin abi Thalib

Peristiwa Tahkim mengikut sejarah yang kita pelajari ialah berlaku perebutan kuasa antara Ali dan Mu`awiyah yang membawa mereka ke meja perundingan. Perundingan antara mereka berdua telah diwakili oleh Abu Musa al-`Asyari bagi pihak Ali dan `Amr bin al-`Ash bagi pihak Mua`wiyah. Kedua-dua perunding telah bersetuju untuk memecat Ali dan Mua`wiyah. Menurut sejarah lagi, `Amr bin al-`Ash dengan kelicikannya berjaya memperdayakan Abu Musa yang digambarkan sebagai seorang yang lalai dan mudah tertipu.. Akibatnya, Ali terlepas dari jawatan khalifah.... alias De-Ali bin ABi Thalib-isasi segala bidang....

Apa kesamaan sejarahnya?
1. Ada fitnah akibat pembunuhan dari suatu kaum, dan ada segolongan yang seakan2 menuntut bela/Qishas..
Jika Mu'awiyah menuntut bela kematian Presiden/Khalifah Usman bin Affan, maka SOeharto seakan2 menuntut bela pembunuhan para jenderal2 Angkatan Darat dan menuntut pembubaran PKI..

2. Adanya semacam surat perintah/command untuk membatalkan keabsahan keutamaan ajaran Presiden/Khalifah sebelumnya
Mu’awiyah menulis surat keputusan yang dikirimkan kepada para gubenur dan kepala daerah segera setelah ia berkuasa:
“Lepas kekebalan bagi yang meriwayatkan sesuatu apapun tentang keutamaan Abu Thurab (Imam Ali as.) dan Ahlulbaitnya.”[1]

Maka setelah itu para penceramah di setiap desa dan di atas setiap mimbar berlomba-lomba melaknati Ali dan berlepas tangan darinya serta mencaci makinya dan juga Ahlulbaitnya. Masyarakat paling sengsara saat itu adalah penduduk kota Kufah sebab banyak dari mereka adalah Syi’ah Ali as. Dan untuk lebih menekan mereka, Mu’awiyah mengangkat Ziyad ibn Sumayyah sebagai gubenur kota tersebut dengan menggabungkan propinsi Basrah dan Kufah. Ziyad menyisir kaum Syiah –dan ia sangat mengenali mereka, sebab dahulu ia pernah bergabung dengan mereka di masa Khilafah Ali as.. Ziyad membantai mereka di manapun mereka ditemukan, mengintimidasi mereka, memotong tangan-tangan dan kaki-kaki mereka, menusuk mata-mata mereka dengan besi mengangah dan menyalib mereka di atas batang-batang pohon kurma. Mereka juga diusir dari Irak, sehingga tidak ada lagi dari mereka yang tekenal.[2]...alias De-Ali bin ABi Thalib-isasi segala bidang....

Soeharto dengan memanipulasi Supersemar dan menggalang dukungan TAP MPRS untuk menjatuhkan kekuasaan Presiden/Khalifah Soekarno dan memberangus ajaran2 soekarno... alias De-Sukarnoisasi dan barang siapa (masa Orde Baru) yang membawa aspirasi & ajaran Bung Karno akan ditindas dengan kejam...

3. Adanya penyimpangan cita-cita bangsa/umat dari founding father menuju ke pola penindasan jaman lama/jahilliah/Orde Baru

Soeharto dengan Orde Baru-nya melencengkan cita2 Proklamasi 1945 dengan fokus point melarang dan melencengkan ajaran founding father... Muawiyah melencengkan ajaran/cita2 Nabi & Khulafaur Rasyidin dengan memulai fokus awal memutus silsilah ajaran dari Khalifah/Presiden Ali bin ABi Thalib dan pelencengan terbesar dengan mengangkat Yazid anaknya sebagai Khalifah/Presiden (dikator kejam) puncaknya membunuh secara kejam cucu Nabi yaitu Sayyidina Hussein ra di karbala....

Tidaklah sama seorang pahlawan dengan seorang munafik...

Kirim Komentar Anda

Gunakan link dibawah ini jika form komentar tidak bisa digunakan
(Klik disini untuk mengirim komentar anda)

Silahkan menuliskan komentar anda pada opsi Google/Blogger untuk anda yang memiliki akun Google/Blogger.

Silahkan pilih account yang sesuai dengan blog/website anda (LiveJournal, WordPress, TypePad, AIM).

Pada opsi OpenID silahkan masukkan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia.

Atau anda bisa memilih opsi Nama/URL, lalu tulis nama anda dan URL blog/website anda pada kotak yang tersedia. Jika anda tidak punya blog/website, kolom URL boleh dikosongi.

Gunakan opsi 'Anonim' jika anda tidak ingin mempublikasikan data anda. (sangat tidak disarankan)