Tutorial Cari Uang

Showing posts sorted by relevance for query LUMPUR LAPINDO. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query LUMPUR LAPINDO. Sort by date Show all posts

Saturday, November 25, 2006

Serba-serbi Lumpur Panas Lapindo Porong

Pipa gas Pertamina yang ada di bawah jalan tol di sekitar lumpur Lapindo Porong patah dan meledak dengan hebat beberapa hari yang lalu. Tanggul penahan lumpur pun jebol. Korban jiwa pun berjatuhan.

Berikut ini serba-serbi lumpur Lapindo dalam foto-foto sebagai berikut:

(Klik gambar untuk memperbesar)



Hati-hati terperosok dalam lumpur, apa bisa anda bernafas dalam lumpur? Kalau bisa nyemplung diperbolehkan hehe.


Kalau nekat masuk kena percikan api, meledak dan jadi ledakan kedua setelah pipa gas Pertamina


Kedalaman lumpur di sekitar bibir tanggul. Bayangkan bagaimana ketinggian lumpur di pemukiman penduduk yang sudah tenggelam!


Tinggal ujung dari atap yang terlihat! Di sebelahnya ada kasur yang mengapung, punya siapa itu ya?


Yang tersisa hanya atap!


Mau ojek keliling tanggul lumpur panas Lapindo mas/mbak?


Guling siapa ini? So tragic, so sad. This is the unpredictable disaster! What happen with our peaceful country?


Bayangkan, betapa dekatnya tanggul dengan rel kereta api. Apa jadinya bila rel tersebut turut tenggelam? Transportasi lumpuh!


Saat lapar menghadang perjalanan anda bertamasya untuk melihat lumpur Lapindo, anda bisa mengikuti petunjuk arah tersebut!


Seperti ini suasana para wisatawan lumpur Lapindo saat menyaksikan tontonan gratis itu. Mereka datang dari berbagai kota di Jawa Timur, bahkan luar Jawa Timur lho! Ada yang jalan kaki, bawa motor, dan bahkan ada juga yang bawa mobil!!!


Bapak botak bin plontos bin gundul ini tetap semangat bekerja dan siap sedia menambal tanggul penahan lumpur yang retak-retak. Pengabdianmu sungguh tulus. Membantu sesama... yang sedang kesusahan dan ditimpa musibah.


Ya Tuhan sampai kapan cobaan-Mu ini harus terus kami alami?


Lihat artikel terkait:
Porong's Sunrise
Porong's Sunset
Nikmatnya Mereka Berdua

Tuesday, May 29, 2007

Setahun Lumpur Lapindo

Hari ini tepat setahun bencana banjir lumpur yang merendam beberapa desa di Porong itu berlangsung. Praktis sejak tanggal 29 Mei 2006 hingga sekarang hanya sekitar 30 menit saja semburan lumpur itu berhenti sesaat usai proses insersi bola beton beberapa bulan yang lalu.

Siapa yang menyangka bahwa semburan lumpur yang berasal dari area pengeboran milik Lapindo mampu menenggelamkan rumah, pekarangan dan sawah di beberapa desa sekitarnya sekaligus memutus akses transportasi baik jalan raya, tol maupun kereta api. Memaksa ribuan penduduk untuk berpindah tempat. Kini yang tersisa hanyalah tangis pilu masyarakat tak berdosa yang turut menanggung ulah manusia-manusia yang rakus dan serakah pada alam. Alam pun marah, seolah menunjukkan kekuatan maha dahsyatnya. Memberikan pelajaran setimpal bagi manusia-manusia yang zalim kepadanya.

Bencana lumpur panas Lapindo ini tidak hanya meninggalkan lara dan penderitaan bagi banyak orang di sekitar pusat semburan lumpur panas Lapindo Porong Sidoarjo yang menjadi korban, namun juga jutaan masyarakat Indonesia lainnya yang kepentingan mereka pun ikut terganggu. Bencana nasional. Oh kapankah kau hentikan semburanmu wahai lumpur??

Baca Juga:
Lumpur Lapindo

Thursday, May 29, 2008

Dua Tahun Lumpur Lapindo

SEMBURAN LUMPUR HANYA ISTIRAHAT 30 MENIT


Hari ini adalah tepat dua tahun sudah terjadinya bencana banjir lumpur yang telah merendam beberapa desa di Porong, Kabupaten Sidoarjo. Praktis mulai tanggal 29 Mei 2006 hingga sekarang, hanya sekitar 30 menit saja semburan lumpur itu berhenti sesaat. Ya! Anda tentunya ingat, lumpur berhenti menyembur dari perut bumi usai proses insersi bola beton yang dilakukan lebih dari setahun yang lalu. Sebuah 'mahaproyek' yang diperkirakan mampu menyumbat dan menghentikan semburan lumpur.

Dua tahun itu bukanlah waktu yang cukup singkat. Waktu yang lama sehingga mampu menenggelamkan banyak desa di sekitar wilayah pusat semburan lumpur panas lapindo di Porong, Sidoarjo ini.

Siapa yang menyangka bahwa semburan lumpur yang berasal dari area pengeboran milik Lapindo mampu menenggelamkan rumah, pekarangan dan sawah di beberapa desa sekitarnya sekaligus memutus akses transportasi baik jalan raya, tol maupun kereta api.

Memaksa ribuan penduduk untuk berpindah tempat. Kini yang tersisa hanyalah tangis pilu masyarakat tak berdosa yang turut menanggung ulah manusia-manusia yang rakus dan serakah pada alam. Alam pun marah, seolah menunjukkan kekuatan maha dahsyatnya. Memberikan pelajaran setimpal bagi manusia-manusia yang zalim kepadanya.

Dua tahun penyelesaian pelunasan ganti rugi terhadap warga pun belum usai. Banyak jalan berliku, meskipun kini kabarnya pemilik Lapindo si Menkokesra yang seharusnya menjamin kesejahteraan rakyat itu sedang menduduki prestasi orang terkaya se-Asia Tenggara, ternyata tak menjamin segera tuntasnya urusan ganti rugi korban 'bencana alam' lumpur panas lapindo Porong Sidoarjo ini.

Thursday, November 23, 2006

Porong's Sunrise

Kalau sebelumnya ada postingan tentang Porong's Sunset, maka sekarang adalah kebalikannya, yaitu Porong's Sunrise. Yup! Seperti gambar di atas adalah suasana ketika matahari perlahan terbit di ufuk timur di wilayah genangan lumpur panas Lapindo Porong Sidoarjo.

Cahaya matahari yang mulai naik ke atas terpantulkan oleh lumpur yang menggenang di kolam penampungan lumpur alias pond. Perhatikan pula tower listrik yang seakan mengapung di genangan lumpur tersebut, padahal sebenarnya tower itu ikut pula tenggelam dalam luapan lumpur panas yang berkedalaman lebih dari dua meter tersebut,, yang menyebabkan jarak antara titik terbawah kabel bertegangan tinggi dengan permukaan lumpur hanya 5 meter, padahal sebelumnya batas aman harus 7 meter.

Memandang jauh ke arah timur seperti memandang laut lepas yang tanpa ujung. Laksana memandang di pantai Sanur di pulau Bali. Seperti lautan luas yang membentang di sana. Jangan pernah membayangkan itu adalah air, karena itu adalah lumpur, hehe...

Langit di atas kolam lumpur raksasa ini masih tetap biru. Sedikit awan yang nampak, karena wilayah Surabaya dan sekitarnya masih tetap kering kerontang dan mengalami kemarau panjang. Entah kapan hujan akan turun. Tapi yang pasti, ketika hujan itu turun dikhawatirkan luapan lumpur panas ini malah makin meluas dan tidak terkendali. Makin banyak yang harus dikorbankan, masyarakat dan lingkungan sekitar kolam lumpur pun bisa terkena getahnya, terkena imbas dari bencana yang tidak terduga ini.

Penderitaan para korban lumpur panas ini nampaknya akan terus bertambah. Apalagi terlihat bahwa PT Lapindo Brantas sudah ingin lepas tanggung jawab terhadap musibah lumpur panas ini dengan menjual perusahaan ini kepada salah satu perusahaan investasi dari British Virgin Island, Freehold Group Limited.

Ya Tuhan sampai kapan derita bangsa ini akan terus berlangsung?

Artikel terkait:

Friday, November 17, 2006

Porong's Sunset

Menikmati suasana sunset atau saat matahari tenggelam di ufuk barat pada sore hari di daerah luapan lumpur panas Lapindo Porong, Sidoarjo tak ubahnya seperti melihat sunset di pantai-pantai di pulau Dewata Bali. Sinar matahari yang kemerahan laksana memantul di air laut yang bergelombang di pantai Kuta, hanya saja itu sebenarnya adalah lumpur panas yang menggenangi kawasan di sekitar sumber luapan lumpur panas Lapindo.

Mungkin dulu saat sore hari seperti ini, di daerah yang sekarang penuh dengan lumpur tersebut banyak aktivitas yang dilakukan oleh para warga yang terkena imbas dari permasalahan lumpur ini. Entah itu mereka yang bersiap-siap menuju masjid untuk shalat Maghrib, atau sekedar jalan-jalan sore hari, dan masih banyak kegiatan lainnya dulu. Tapi sekarang aktivitas kehidupan itu tinggal sejarah yang mungkin akan tetap melekat kuat di benak para warga yang kini telah tertimpa musibah secara langsung dari lumpur panas ini.

Entah sampai kapan penderitaan mereka akan terus berlangsung...

Wednesday, September 06, 2006

Paranormal Bisa Sumbat Lumpur Lapindo ?

Pagi tadi saat bersiap-siap berangkat kerja sambil melihat televisi, eh... ternyata di TV7 dalam acara Berita Pagi menyajikan berita tentang seorang paranormal yang mengatakan bahwa dirinya bisa menyumbat lumpur Lapindo... Katanya sih harus ada tumbal untuk menyumbatnya...

Hari geene masih percaya klenik kaya gitu...!! Memang negara ini adalah negara yang percaya tahayul dan sejenisnya...

Tuesday, November 14, 2006

Nikmatnya Mereka Berdua

Wah, bagaimana ya rasanya mojok berdua di sore hari melihat genangan lumpur Lapindo Porong Sidoarjo yang telah meluluhlantakkan kehidupan yang pernah ada di sana. Nikmat pasti hehe... Mungkin itu yang dirasakan oleh kedua insan yang berlainan jenis ini... Mereka sedang asyik mengamati lumpur dari tanggul pasir yang membentang di antara kawasan yang tergenang lumpur panas Lapindo ini...

Saturday, November 03, 2007

Hujan Itu Turun Juga


Kemarin sore hujan lumayan deras mengguyur Surabaya, yup bukan hanya hujan rintik-rintik atau gerimis mengundang hehehe... Bau debu dan jalanan yang tersiram air hujan begitu khas menusuk hidung.. Hmm... Inilah yang dinanti-nanti, hujan itu akhirnya turun juga.... Wah tapi ternyata ramalan BMG meleset.. Hujan turun malah di awal November... Asik, suhu udara malam dan pagi hari sejuk banget.... Tapi belum ngalahin sejuk dan dinginnya kota Trenggalek tercinta... Kalau di Trenggalek setiap musim hujan pilek itu pasti datang... Kabut putih selalu menyelimuti kota pada pagi hari.... Kangen banget suasana Trenggalek... hiks

Ah semoga saja hujan kali ini banyak mendatangkan manfaat daripada bencana.... Semoga kali Surabaya sanggup menampung aliran air dari hulu sungai, apalagi kondisi kali Porong saat ini sedang memprihatinkan, kalau tidak ditangani dengan benar dan cepat bukan mustahil air sungai Brantas akan meluncur deras ke kali Surabaya ini. Dan akibatnya pun bisa ditebak, Surabaya bakal kebanjiran...

Jadi mikir lagi, bagaimana nanti nasib lumpur lapindo yang tertampung di pond-pond penyimpanan lumpur, ah semoga saja tidak meluap dan meluberi kawasan sekitarnya.. Amin....

Photo was taken from here

Wednesday, October 18, 2006

Jalur Alternatif Banjir Lumpur Porong

Berikut ini adalah peta jalur alternatif banjir lumpur Lapindo Brantas di Porong sebagai panduan untuk mudik lebaran 2006.
(Klik gambar untuk memperbesar)



Gambar diambil dari sebuah milis.


Perlu Anda Baca Juga:
Peta dan Panduan Jalur Mudik Lebaran 2006 Jawa-Bali

Saturday, August 30, 2008

Sambal Tulisan dalam Sepiring Blog

TIPS NGEBLOG ALA ENDA NASUTION DAN BUDI PUTRA

Hari Jum'at sore kemarin, saya mewakili kru Komunitas Blogger Surabaya, TuguPahlawandotCom bersama empat orang rekan saya, Bodrex, Dior, Aziz, dan Dzofar bersiap-siap untuk meluncur ke kota Malang guna mengikuti seminar blogger yang diselenggarakan oleh komunitas blogger Universitas Brawijaya, BloggerUB. Kami berlima memang merencanakan untuk berangkat sore agar bisa nyampe di Malang malam hari dan bisa menghabiskan waktu disana sekaligus bertamasya ria di akhir pekan ini...

Seminar ini menghadirkan dua orang blogger Indonesia yang agaknya paling berpengaruh saat ini. Enda Nasution sang penguasa GoblogMedia sekaligus sebagai presiden blogger atau yang biasa dikenal dengan bapak blogger Indonesia. Sementara satu orang pembicara seminar lainnya adalah seorang CEO Asia Blogging Network yang juga memiliki banyak blog beken dan salah satunya adalah TheGadgetNet. Beliau adalah Budi Putra, blogger profesional full-time pertama Indonesia.

Berangkat sekitar pukul 15.20 dari kampus ITS lantas singgah sejenak di rumah Aziz di Sidoarjo. Sekitar pukul 16.10 tiga motor pun berkonvoi menuju kota Apel yang terkenal memiliki hawa dingin itu. Kami berangkat dengan modal nekat khas Bonek Surabaya... Hehehe....

Perjalanan cukup lancar dan tidak mengalami hambatan apapun kecuali deretan kendaraan yang memadat di ruas 'lumpur lapindo' Porong serta gerimis sebentar di Pandaan yang memaksa kami untuk melambatkan laju kendaraan dan menepi di sebuah masjid. Setelah menunaikan kewajiban di waktu Maghrib serta mengisi perut yang keroncongan dengan beberapa buah bola dedaging yang mangkal di depan masjid tersebut, kami melihat-lihat cuaca di sekitar serta mencoba meramalkan situasi yang akan datang... Hehehe... Benar-benar mau hujan atau hanya kabut dan embun yang mulai menetes perlahan-lahan ke Bumi...

Ah ternyata hujan tidak terjadi saat itu... Perjalanan pun lanjut. Tiga motor yang sedari berangkat tadi digeber habis-habisan hingga nyaris menyentuh kecepatan 100 km/jam meliuk-liuk menyisir dan menyusup diantara mobil dan truk yang melaju di jalan Surabaya-Malang ini pun menjadi tumpuan kami berlima untuk lekas sampai di kota Malang.

Perjalanan ini akhirnya menemukan garis finishnya di gerbang selatan Unibraw sekitar pukul setengah delapan malam. Tujuan petualangan kami kali ini memang di kampus negeri di Malang ini. Selain karena memang acara seminar itu dilangsungkan disitu juga karena kami mendengar bahwa di malam ada acara kumpul-kumpul dengan dua orang pembicara seminar yang tersohor ini. Kami pun tidak ingin kehilangan momentum baik ini. Haha...

Karena tidak paham kondisi dan situasi jalan di kampus ini, kami pun mengontak kyai Slamet yang sungguh sangat baik hati itu. Diantarkannya sampai lokasi perjamuan dengan dua blogger senior itu. Disana kami bertemu dengan beberapa dedengkot blogger Ngalam dan panitia seminar.

Puas bertatap muka dan menjalin silaturahmi dan menambah lemak-lemak di perut bersama mereka semuanya. Akhirnya tibalah waktunya menuju ke penginapan di kampus Unibraw untuk meluruskan tulang punggung dan istirahat. Pukul 23.30 kami digiring menuju Unibraw Youth Hostel, penginapan milik kopma Unibraw. Disitulah terjadi pesta antara lima orang lelaki ini dalam satu kamar hahahaha.....

Nah, dibawah ini adalah skrinsutnya...

Kunci kamar hostel di atas ranjang

Niat untuk sejenak berbaring memejamkan mata dan menuju alam mimpi pun harus ditunda lantaran mulut-mulut yang sudah capek mengunyah dan menelan makanan itu masih saja bercuap-cuap dan ber-hohohihe. Memperbincangkan mulai hal yang remeh-temeh hingga masalah berat. Ya! Topik berat karena di loby depan ternyata dihuni oleh beberapa cewek (+ cowok ?????)... Ditambah dengan zat kafein dari kopi dan teh yang telah mengalir lewat laju aliran darah, hingga tak sadar jarum jam sudah beredar tak karuan hingga pukul tiga dini hari.

Akhirnya pukul tiga dini hari kami bersepakat bersama-sama memejamkan mata...
Dari pojok kiri atas searah jarum jam:
saya, aziz, dior, dzofar, bodrex

loby tempat cewek (+cowok itu??????)


Matahari mulai mengintip, cahayanya perlahan-lahan masuk di sela-sela kelopak mata yang mengatup. Ini membuat kami sadar bahwa pagi telah menjelang. Bergegas mandi ala kadarnya dengan air yang dingin mencekat menusuk kulit dan bersiap-siap menuju seminar blogger. Jreng-jreng...

Seminar ini dilaksanakan di lantai 4 Hall Room Inkubator Bisnis Universitas Brawijaya. Bertemakan "Sambal Tulisan dalam Sepiring Blog", seminar ini mengulas tentang bagaimana resep jitu untuk menyusun materi blog sehingga membuat blog itu lebih hidup dengan aneka konten yang bisa membuat pengunjung blog tertarik.

Ada banyak perwakilan komunitas blogger yang hadir. Ada saya, Dion, Siwi, mas GaPes, Galih, dll mewakili TPC, ada Sandynata, Slamet, dll dari Blogger Ngalam, dan juga dari komunitas blogger UB sendiri selaku tuan rumah beserta komunitas lainnya... Juga ada ratusan ribu peserta yang menghadiri seminar ini... Halah.... Hahaha...

Berikut ini adalah suasana saat seminar dalam rangkaian foto-foto...

Dua orang blogger senior

Ribuan peserta, hiahahah

Saling berbicara....

Bang Enda berbicara panjang lebar tentang bagaimana sejarah awal mula blog itu lahir, dan seperti apa kondisi web sebelum dan sesudah munculnya blog. Bagaimana prospek blog yang sebenarnya begitu menjanjikan. Bagaimana web dengan format blog ini mampu mengubah cara pandang kita terhadap web yang dulu hanya statis, kini berubah dinamis.

Dari yang awalnya website menampilkan foto kucing peliharaan kita, maka dengan munculnya blog akan muncul posting-posting tentang kucing kita lagi ngapain, sedang makan apa, sudah mandi apa belum, sudah kawin sama kucing mana aja.... Anak kucingnya berapa... Dan lain-lain. Hehehehehehehe......

Dari website yang hanya memberikan informasi satu arah, menjadi blog dengan komunikasi dua arah lewat feedback dari pengunjung baik dari komentar ataupun yang lainnya.

Sementara Budi Putra menjelaskan bahwa untuk membuat blog kita menjadi lebih hidup diperlukan tiga cara. Pertama posting secara teratur. Dengan posting secara teratur maka pengunjung pun akan datang secara teratur..... Dan jangan lupa harus original....! Sesuatu yang original itu pasti lebih asyik dibaca. Kedua adalah membuat isi blog itu bermanfaat bagi orang lain. Apakah posting kita bermanfaat bagi orang lain? Karena ketika blog itu memberikan manfaat bagi orang lain, maka orang lain akan senang untuk kembali lagi di blog kita. Ketiga adalah tulis dengan bahasa yang rapi, runut dan baik. Ini adalah resep yang ditularkan oleh mas Budi Putra.

Serta ada satu lagi pesan penting dari mas Budi Putra. Kekuatan blog itu bukan pada trafik atau desain saja.... Tapi yang jauh lebih penting adalah konten. Dengan konten yang bagus dan menarik, ini akan lebih mudah menarik pengunjung untuk kembali datang di blog kita. Karena pengunjung itu sebenarnya datang bukan karena ingin melihat desain blog kita, tapi untuk membaca isi dari postingan itu. Dengan konten yang terjaga kualitas dan kuantitasnya, maka secara otomatis blog itu akan mendapatkan trafik yang setimpal.

Satu hal yang lebih penting untuk blogger pemula adalah jangan mengejar trafik, tapi teruslah untuk menelurkan ide otak lewat posting, posting dan posting.... Menulis dan menulis terus tanpa harus memikirkan bagaimana meraih banyak pembaca. Karena sekali lagi dengan konten yang bermutu maka pengunjung akan berdatangan sendiri.

Anang dan Budi Putra

Rame-rame kontingen Surabaya, Ngalam dan panitia

Lebih rame lagi...

Anang dan Enda

Kontingen Surabaya menunggu untuk pulang

Usai seminar, maka kontingen dari Surabaya pulang dan mampir sebentar di taman kota Malang untuk menikmati indahnya pemandangan taman kota yang selayaknya kebun binatang mini itu. Ada burung beo yang lancar berbahasa manusia.. Ah untung gak ada yang ngajarin burung itu ngomong jorok... Agar nggak hanya bilang "Kakaktua.. Kakatua.." tapi Jancok..... Wkwkwkwkwk..... Siwi yang terkantuk-kantuk seperti pindah tempat tidur saja disini... Pelor, nempel langsung molor. Sementara yang lain menikmati sejuknya hawa udara di taman kota Malang...

Dan sekarang adalah waktunya untuk tidur.. Tidur balas dendam! Hiahahaha...

Baca Juga :
Cara Promosi Blog

Thursday, December 14, 2006

Api Ledakan Pipa Gas Lapindo berlafal Allah dan Kuda Laut

Allahuakbar... Maha Besar Allah dengan segala ciptaan-Nya. Anda pasti pernah mendengar kejadian meledaknya pipa Pertamina di daerah dekat lumpur panas Lapindo Sidoarjo. Yup, sewaktu kejadian ada salah seorang yang sempat mengambil gambar api ledakan dari peristiwa tersebut. Jilatan api sempat membentuk lafadz Allah dan kemudian berganti menjadi logo Pertamina lama yaitu Kuda Laut!!. Berikut ini adalah gambarnya:
Percaya atau tidak, tergantung anda menyikapinya

Monday, January 08, 2007

'Kemarau' Lagi di Surabaya

Hujan rupanya sudah bosan turun di kota Surabaya ini. Setelah beberapa minggu kemaren hujan turun dengan frekuensi yang lumayan teratur, hampir tiap hari hujan sampe saya sering flu dan bersin, saat ini 'kemarau' nampaknya datang lagi. Yup, secara resmi hujan turun terakhir seminggu yang lalu.

Kini suasana panas dan berkeringat selalu mewarnai hari-hari di Surabaya saat siang hari jika berada di luar ruangan. Yah... Namanya juga Surabaya... hehehe.. Matahari tetap menampakkan dirinya, menyelinap di antara sekumpulan awan yang menggantung di angkasa.

Apa mungkin ini gara-gara pawang-pawang hujan yang disewa oleh Lapindo agar intensitas hujan yang turun bisa berkurang sehingga lumpur tidak semakin merajalela melahap pemukiman warga atau kawasan perumahan lainnya? Hehehe... Jadi imbasnya juga ke Surabaya, hujan jadi jarang turun?

Monday, November 27, 2006

Akhirnya Surabaya Hujan Juga

Alhamdulillah...

Itulah kalimat pertama yang aku ucapkan saat melihat hujan mulai turun di Surabaya. Saya baru tiba di Surabaya sekitar jam 9 malam tadi setelah pulang dari Gresik. Kok kebetulan sekali ya dan berurutan sekali... Sabtu pagi kota Gresik hujan, Minggu sore pas lagi di rumah hujan turun, dan malamnya saat nyampe di Surabaya lagi dan baru dua jam berselang hujan turun lagi.

Hujan pertama di Surabaya mulai turun sekitar jam 11 malam lebih, kebetulan saat saya sedang nonton pertandingan sepakbola antara Manchester United dan Chelsea. Saat tulisan ini dimuat di sini, hujan masih turun dengan derasnya.... Wah jadi lumayan dingin lagi udaranya, tambah dingin karena di sini pake AC... Bbrrr brrrr....

Meskipun demikian, sebenarnya pada sabtu pagi kemaren wilayah Surabaya (khususnya dekat kampus ITS Surabaya) sudah mulai gerimis meskipun hanya sebentar saja.

Prediksi Mbah BMG rupanya benar bahwa hujan di Surabaya bakal turun akhir November ini.

Ah.. Siap-siap mantel, payung atau jas hujan lagi deh..... Basah-basah lagi.....

Waduh.. Jadi mikir-mikir lagi nih.. Bagaimana nasib lumpur panas Lapindo saat hujan nanti??? Semoga sesuatu yang lebih buruk tidak akan terjadi... Amin..!