Tutorial Cari Uang

Thursday, January 28, 2010

Demonstrasi

Di era kebebasan seperti saat ini, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan menyampaikan ekspresi. Semua keluh kesah yang ada pada otak masing-masing individu bisa disuarakan. Demokrasi membenarkan itu semua. Ada mekanisme untuk meluruskan apa saja yang bengkok. Hehe... Yup... Sistem pemerintahan yang bengkok tidak berjalan lurus sesuai rel yang telah disepakati bersama.

Keresahan dan kekhawatiran bisa muncul kapan saja ketika roda pemerintahan tidak berjalan dengan semestinya. Nah, diharapkan dengan dikeluarkannya pendapat rakyat ini maka pemerintahan akan kembali ke jalan yang benar. Ini yang diharapkan oleh rakyat, sang pemegang kedaulatan tertinggi menurut aliran ideologi demokrasi.

Banyak saluran untuk menyampaikan pendapat. Sama artinya bahwa ada banyak cara untuk menyampaikan aspirasi. Demonstrasi atau unjuk rasa adalah salah satu cara untuk melepaskan uneg-uneg terpendam, segala keluh kesah, keinginan yang harus disampaikan kepada para pemegang kekuasaan, pemegang kendali keputusan, dan birokrasi pemerintahan.

Tetapi ingat bahwa bebas itu bukan berarti tanpa batas. Jelas masih ada batas dan sekat yang menghalangi agar tidak bebas kebablasan. Demo sih sah-sah saja dan wajar. Demo bisa menjadi tidak wajar ketika menyenggol dan membuat orang lain terampas haknya.... Hak-hak orang lain tetap harus diutamakan....

Dalam demo ada satu batasan untuk tidak melanggar hak orang lain. Berteriak lantang menyuarakan apa yang diinginkan disertai dengan aksi turun ke jalan jangan sampai mengganggu lalu lintas. Kasihan orang kecil yang terpaksa harus mengalah untuk sementara meminggirkan aktivitas sehari-harinya... Apalagi jika demonstrasi sudah menjurus rusuh dan anarkis... Masyarakat tak berdosa yang tak tahu apa-apa akhirnya yang menjadi korban....

Demonstrasi Anarkis

Mari demo dengan santun. Suarakan apa yang bisa disuarakan, sampai pita suara putus sekalipun. Tetapi tetap dalam rambu-rambu dan koridor yang telah disepakati bersama.

Semoga bangsa ini lekas bangkit dari keterpurukan. Amin.....

Friday, January 22, 2010

Pembobolan ATM

Mesin ATM

Beberapa hari ini berita mengenai pembobolan ATM sejumlah Bank di tanah air menjadi perhatian publik. Kasus baru yang konon masih menggunakan modus lama ini mulai terangkat ke permukaan kembali. Pembobolan rekening ATM ini diduga menggunakan alat skimmer dan kamera pengintai. Alat tersebut akan memindai data magnetik kartu sementara spycam berguna untuk mengamati nomor pin ATM.

Banyak korban kejadian pembobolan ATM sejenis mulai berduyun-duyun mengadukan tindak kriminal yang menimpa rekening bank mereka. Bahkan ada juga yang diduga pernah mengalami kejadian serupa sebelum kasus ini mencuat tak hanya diam saja. Mereka berduyun-duyun melaporkan nasib mereka. Hihi.. Padahal dulu mereka seperti tak tahu kemana hendak mengadu. Dan kalaupun ditangani mereka harus menunggu proses hukum yang tak jelas akan dibawa kemana hasilnya nanti.

Bagaimana sebenarnya modus yang dilakukan penjahat ATM ini sudah dibeber secara gamblang di banyak media elektronik. Malah di televisi modus operandi yang dilakukan para pembobol diterangkan satu persatu... Hihi... Apa tidak takut malah banyak orang yang penasaran dan ingin melakukan aksi 'penjarahan' ATM ya....? Huhu...

Masyarakat dibuat was-was dan penuh khawatir dan curiga dalam setiap transaksi perbankan menggunakan mesin ATM. Diharapkan kewaspadaan bersama untuk menghindari aksi pembobol yang nyata-nyata merugikan masyarakat banyak. Selalu mengganti pin ATM secara periodik dan tidak menyerahkan ATM ke tangan-tangan yang tak terpercaya adalah salah satu cara mencegah terjadinya pembobolan ATM..... Ingat.. Kejahatan tidak hanya terjadi karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan! Waspadalah!

Jangan sampai singkatan ATM menjadi Alat Tukang Maling...... Jangan sampai....!

Wednesday, January 20, 2010

Menyambut Presiden

Euforia masyarakat dalam menyambut Presiden tampaknya bukan lagi barang baru... Apakah anda masih teringat waktu jaman pak Harto dulu? Bagaimana penyambutan yang 'diberikan' pada orang nomor satu di Indonesia? Hmm.. Kalau pak Harto mengunjungi kota, kita pasti akan disuruh baris di pinggir jalan sambil membawa replika bendera kecil merah putih di tangan. Hihihi.....

Berdiri di pinggir jalan dengan menunggu Presiden yang tidak kunjung datang. Matahari menempa tubuh dan membakar kulit seakan tak dirasakan ribuan orang yang memadati pinggir jalan sambil terus melambaikan bendera, meski yang ditunggu tak jua datang. Ya! Biasanya jalan disterilkan 3 jam sebelum Presiden lewat. Selama itulah proses penantian dalam penyambutan Presiden kita... Hihihi... Sabar...

Hm... Dan tiba-tiba ada serombongan mobil polisi dengan sirine dan lampu menyala, lengkap dengan paspampres memimpin rombongan mobil pejabat, presiden dan menteri di belakang. Werrrr... Rombongan itu melintas dengan kecepatan tinggi, dan kaca tertutup rapat.... Mustahil bagi mereka yang sangat menantikan momen langka untuk 'melihat' secara langsung kepala pemerintahan negeri ini...

Efek yang ditimbulkan dari aktivitas seperti ini beragam. Tiba-tiba jalan menjadi mulus, karena ada orang spesial yang mau lewat... Sebagian jalur jalan ditutup menyebabkan kemacetan yang pada akhirnya bisa menyusahkan rakyat yang hendak beraktivitas. Anda tentunya masih ingat bagaimana sebalnya warga Bogor ketika Bush hendak melewati daerah tersebut... Udah kaya si Komo aja dia tuh...

Ah, kebetulan hari Senin kemarin Pak Presiden SBY melaksanakan kunjungan kerja ke Jawa Timur, di Madiun Ngawi dan sekitarnya selama beberapa hari. Jalan raya Madiun-Caruban yang dilewati oleh iring-iringan mobil kepresidenan menuju waduk bening Widas, Caruban, Madiun dipenuhi animo masyarakat, murid sekolah beserta guru dan pegawai negeri sipil di kanan kiri jalan..... Mereka bersenjatakan segudang antusiasme dan bendera kecil merah putih yang siap dilambaikan saat Presiden dan rombongan melintas....

Satu terlintas dalam benak saya. Murid-murid dalam gambar di bawah ini benar-benar terlantar dalam pelajaran hanya gara-gara Presiden mau lewat.... Tak bisa dipungkiri bahwa nasionalisme harus dipupuk dari kecil dengan menghormati Presiden, siapapun dia. Karena ia adalah seorang pemimpin yang diberikan kepercayaan untuk mengatur negeri. Prestise, kebanggaan karena bisa 'berdekatan' dengan Presiden? Bisa jadi...

Siswa 'terlantar' karena Presiden mau lewat...

Saturday, January 16, 2010

Anarkisme Suporter Bola

Suporter adalah salah satu elemen penting dalam pertandingan. Ya! Bersama para pemain dan ofisial serta perangkat pertandingan itu sendiri, suporter merupakan salah satu bagian terpenting dari pertandingan sepakbola itu sendiri. Ia menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga bisa meningkatkan daya juang tim yang didukung, bahkan melemahkan mental tim lawan... Hhihihi...

Suporter ibarat nyawa bagi tim yang didukungnya. Kehadirannya bisa meningkatkan semangat dan yang tak kalah pentingnya adalah menghasilkan pemasukan bagi tim. Ya, dalam sistem liga profesional tim sepakbola dituntut untuk mendapatkan penghasilan dari dirinya sendiri, tidak lagi mengandalkan anggaran dari pemerintah melalui APBD... Nah, uang tiket dari suporter inilah yang nantinya akan menghidupi anggaran tim sepakbola, selain dari sponsor lain tentunya.

Keberadaan suporter ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi bisa meningkatkan nama klub yang dibela. Di sisi lain, perilaku buruk yang ditunjukkan suporter bisa menghancurkan reputasi dan nama baik tim sepakbola. Ya, sudah bukan rahasia lagi jika kelakuan suporter sepakbola Indonesia masih kampungan. Percekcokan yang berbuntut tawuran anarkis sudah seringkali menjadi warna buruk yang menodai kompetisi dan sportivitas yang dijunjung tinggi. Inilah salah satu faktor mengapa sepakbola Indonesia tidak maju-maju.... Hm....

Tindakan anarkis ini biasanya terjadi tidak hanya saat menyaksikan tim yang didukung kalah. Bahkan saat menang pun tindakan anarkis kerap muncul. Ini disebabkan tensi dan senggolan emosional antar masing-masing suporter yang tak terkendali. Akibatnya mereka meluapkannya lewat adu jotos, lempar batu, merusak stadion, membakar motor dan mobil, menjarah toko, dan lain-lain.

Perlu ada pendekatan dari suporter untuk tidak bersikap anarkis. Ketertiban dan kedamaian tetap harus dijunjung tinggi demi menegakkan sportivitas. Dalam suatu pertandingan pasti ada menang dan kalah. Tinggal bagaimana suporter bersikap untuk memahami arti sesungguhnya dari sebuah pertandingan. It's just a game.... We hope to enjoy it....!

Semoga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan nanti sore di Gelora 10 November Tambaksari Surabaya antara Persebaya melawan Arema Malang.....

Anarkisme Suporter Bola